mobil-porche-cayenne-berpelat-kopassus-palsu-berkeliaranJAKARTA, TODAY — Sebuah mobil mewah Porsche jenis Cayenne warna hitam menggu­nakan pelat TNI den­gan nomor 1019-02 berkeliaran di jalan. K o d e 02 sendiri meru­pakan kode registrasi kendaraan Kopassus.

“Adanya lapo­ran dari masyarakat mobil non dinas memakai pelat Kopassus jenis Porsche nor registrasi 1019-02,” ujar Kepala Penerangan Kopas­sus Mayor Inf A Munir, Senin (28/9/2015).

“Setelah dicek di peralatan Kopassus, no registrasi mobil tersebut tidak ada dalam buku registrasi dan bukan mobil or­ganis Kopassus,” sambungnya.

Untuk itu, kata Munir, pi­haknya kini tengah mencari mobil Porche itu beserta pemiliknya. Foto mobil ini yang tengah berkeliaran di jalan pun sudah beredar luas. Ma­syarakat diminta melaporkan kepada Kopassus jika melihat mobil tersebut.

Baca Juga :  Pria di Jember Nekat Mau Lompat dari Lantai 4 Gedung Pusat Perbelanjaan, Diduga karena Digugat Cerai Sang Istri

“Bagi masyarakat yang menge­tahui keberadaan mobil berpelat 1019-02 dimohon menginformasikan ke Tromol Pos 7000 atau ke nomor 082122437000,” tutur Munir.

Masyarakat juga bisa melaporkan­nya melalui email ke [email protected] Atau bisa juga ke akun twit­ter @penkopassus dan juga faceboook Kopassus.

Mengenai pelat kendaraan atau atribut TNI di kendaraan juga menjadi perhatian KSAD Jenderal TNI Mulyono. Banyaknya kendaraan non dinas yang menggunakan atribut TNI di jalan tanpa izin membuat jenderal bintang 4 terse­but memerintahkan Danpuspom TNI AD untuk melakukan razia di jalanan. Bahkan menurut Mulyono, purnawi­rawan TNI pun tidak berhak menggu­nakan atribut tentara di kendaraannya.

Baca Juga :  Bapenda Optimis PAD Kota Bogor Meningkat Saat Diberlakukan UU HKPD

“Sekarang sudah saya perintahkan Danpuspom operasi. Termasuk pelat-pelat mobil yang ada tempelan tentara itu hapusin semua. Tidak ada seperti itu ya. Yang berhak menggunakan seperti itu hanya mobil-mobil dinas tentara. Nggak ada mobil preman ditempeli, ng­gak boleh,” tegas Mulyono.

“Tidak bisa. Purnawirawan itu su­dah purna. Dia tidak boleh lagi pakai identitas TNI. Itu sudah ketentuan­nya seperti itu. Pokoknya kita sweep­ing, kita copot. Saya tegas seperti itu,” pungkasnya.

(Yuska Apitya/net)