StephanElShaarawyTIMNAS Italia berhasrat meneruskan start sempurna di Grup H kualifikasi Euro 2016 ketika melawat ke negara tetangganya, Malta di Stadion Ta’Qali, Malta, Selasa (14/10/2014) pukul 01.45 WIB

Oleh : ADILLA PRASETYO WIBOWO
[email protected]

Meski stadion berkapasitas 18 ribu penonton itu bi­asanya sepi dari pengun­jung, laga melawan Na­zionale bisa membuat warga Malta datang berbondong-bondong men­dukung tim nasional mereka. Hal tersebut ditengarai akan menjadi salah satu kekuatan yang paling di­tunggu untuk dapat menjungkalkan juara dunia 2006 ini dalam lanjutan Kualifikasi Piala Eropa 2016 Grup H.

Meskipun demikian, Malta dipre­diksikan masih belum mampu men­galahkan Italia walaupun tim tamu akan datang dengan kondisi yang kurang bagus setelah di laga sebel­umnya kontra tim lemah Azerbaijan mereka disulitkan.

Antonio Conte pun harus bisa mengakomodasi posisi terbaik dari Andrea Pirlo setelah di laga terakhir ia dijaga habis-habisan dan mem­buat serangan Italia mandek dengan terlihatnya sang maestro bermain sebagai bek tengah di belakang Leonardo Bonucci.

Italia mengawali Grup H dengan mengalahkan Norwegia 2-0 dan Azer­baijan 2-1. Namun, pelatih baru Italia, Antonio Conte, mengaku belum puas dengan permainan anak asuhnya pada setiap kemenangan itu.

Conte tetap mengkritik per­mainan Gli Azzurri, julukan Italia, setelah mengalahkan Azerbaijan di Palermo, Sabtu (11/10) dini hari WIB kemarin. Defender Italia, Giorgio Chiellini mencetak ketiga gol dalam pertandingan tersebut, termasuk gol bunuh dirinya pada menit ke- 77. Conte mengaku masih ada cacat dalam penampilanAzzurri.

“Kami meraup enam poin dalam dua laga, itu positif, mari kita lanjut­kan. [Namun sekarang] saya kom­plain tentang tentang keseimban­gan dalam tim ini,” ungkap Conte, seperti dilansir Soccerway, Minggu. Conte memang dikenal sebagai pela­tih perfeksionis. Eks pelatih Juventus tersebut selalu memperhatikan hal-hal detail dalam strategi dan per­mainan timnya. Untuk memuaskan keinginan sang bos, Andrea Pirlo dkk. pun mesti bermain sempurna dan mencetak skor meyakinkan ke­tika bertandang ke Malta.

Target Azzurri itu sepertinya akan berjalan mulus mengingat Malta belum sekalipun menang se­jak mengalahkan Armenia 1-0 dalam kualifikasi Piala Dunia 2014, Juni 2013 lalu. Sejarah pertemuan kedua tim juga berpihak kepada Negeri Piza, dengan rekor selalu menang dalam enam perjumpaan kontra Malta.

Seperti dilansir Football Italia, striker Southampton yang sedang naik daun, Graziano Pelle, diperki­rakan bakal masuk starting XI mela­wan Malta. Dia akan ditandemkan dengan striker Borussia Dortmund, Ciro Immobile. Hanya, Conte ke­mungkinan besar tidak bisa memakai servis Simone Zaza yang mengalami cedera rahang dan Mattia De Sciglio yang dibekap cedera bahu, setelah pertandingan melawan Azerbaijan.

Di sisi lain, Malta berharap penuh agar tak meraih hasil me­malukan bersama pelatih asal Italia, Pietro Ghedin. Ghedin tahu betul ra­hasia dapur Azzurri, karena pernah menjadi staf pelatih Italia dalam tiga turnamen besar antara 1998-2002.

“Italia punya personalitas hebat. Saya selalu merasa senang ketika kembali menengok ke belakang saat hari-hariku bersama Azzurri. Namun saat ini saya bekerja untuk Malta. Saya cukup optimistis dengan skuat­ku. Yang penting permainan anak-anak mengalami peningkatan,” ungkap Ghedin.