
Minat besar Abdurrahman terÂhadap sepakbola ditularkan ayahnya yang adalah seorang Bobotoh—sebÂutan untuk kelompok pendukung Persib Bandung. Terlepas dari itu, Iwan melihat kalau anaknya memang punya ketertarikan besar pada sepaÂkbola sejak usianya masih balita.
“Sejak umur 2 tahun terlihat minatnya di sepakbola karena saat diajak keluar untuk shopping yang diincarnya selalu bola untuk dimiliki. Dia juga sering main bola di dalam rumah, sementara kalau main ke luar bersama teman-teman dia juga selalu bawa bola. Abdurrahman mulai menÂgenal sepakbola sejak sering saya ajak bermain ke lapangan. Umurnya 4 taÂhun ketika itu,†kisah Iwan.
Karena melihat minat besar anaknya pada sepakbola, Iwan lantas mencoba mendaftarkan AdburrahÂman ke akademi Al Wakrah SC, yang kebetulan berlokasi tak jauh dari ruÂmah mereka. Al Warkah adalah salah satu klub profesional dan kini berÂrada di level teratas sepakbola Qatar
Tapi keinginan menimba ilmu sepakbola di akademi klub tersebut tak berjalan mulus. Al Warkah meÂnolak Abdurrahman karena mereka hanya menerima warga negara QaÂtar untuk masuk dalam akademinya.
Tapi Iwan dan Abdurrahman tidak menerima begitu saja peÂnolakan tersebut. Demi mengeÂjar cita-cita dan tekad menuntut ilmu sepakbola pada level yang lebih tinggi, mereka berdua setia mendatangi sesi-sesi latihan akaÂdemi Al Warkah. Setiap hari Iwan dan Abdurrahman menyaksikan sesi latihan dari pinggir lapangan. Abdurrahman datang sebagai penonton. Tapi dia mencuri banyak perhatian di sana lantaran memakai seragam sepakbola, lengkap dengan sepatunya. Bersama ayahnya dia melakukan itu berhari-hari.
Keteguhan hati Abdurrahman berbuah manis. Salah seorang pelatih lokal Al Wakrah, Abdullah, mempersiÂlakan Abdurrahman bergabung denÂgan akademi tersebut. Sejak hari itu Aburrahman pun mendapat pelatihan sepakbola profesional dari Al Wakrah. Dia berlatih tiga kali dalam sepekan.
Tapi Abdurrahman belum menjaÂdi anggota resmi akademi Al Wakrah, klub tidak memasukkan namanya kaÂrena dia bukan warga negara Qatar. Abdurrahman harus menunggu samÂpai setahun sampai dia benar-benar jadi anggota skuad Al Wakrah Junior. Klub akhirnya memasukkan namanya karena dianggap punya potensi beÂsar. Momen itu terjadi tahun 2012, saat umurnya genap 6 tahun.
Dengan kemampuan dan skill yang kian terasah, Abdurrahman keÂmudian menunjukkan kalau dia meÂmang pantas untuk masuk Al WakÂrah. Dimainkan sebagai penyerang, bocah yang juga hobi main basket itu terus memberi gol dan kemenanÂgan untuk timnya. Termasuk saat membuat sensasi dengan melesakÂkan 14 gol ke gawang Al Shailiya.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















