Satu Musim Cetak 42 Gol

Minat besar Abdurrahman ter­hadap sepakbola ditularkan ayahnya yang adalah seorang Bobotoh—seb­utan untuk kelompok pendukung Persib Bandung. Terlepas dari itu, Iwan melihat kalau anaknya memang punya ketertarikan besar pada sepa­kbola sejak usianya masih balita.

“Sejak umur 2 tahun terlihat minatnya di sepakbola karena saat diajak keluar untuk shopping yang diincarnya selalu bola untuk dimiliki. Dia juga sering main bola di dalam rumah, sementara kalau main ke luar bersama teman-teman dia juga selalu bawa bola. Abdurrahman mulai men­genal sepakbola sejak sering saya ajak bermain ke lapangan. Umurnya 4 ta­hun ketika itu,” kisah Iwan.

Karena melihat minat besar anaknya pada sepakbola, Iwan lantas mencoba mendaftarkan Adburrah­man ke akademi Al Wakrah SC, yang kebetulan berlokasi tak jauh dari ru­mah mereka. Al Warkah adalah salah satu klub profesional dan kini ber­rada di level teratas sepakbola Qatar

BACA JUGA :  Piala Dunia 2026 Segera Dimulai, Ini Jadwal Upacara Pembukaannya di Tiga Negara Tuan Rumah

Tapi keinginan menimba ilmu sepakbola di akademi klub tersebut tak berjalan mulus. Al Warkah me­nolak Abdurrahman karena mereka hanya menerima warga negara Qa­tar untuk masuk dalam akademinya.

Tapi Iwan dan Abdurrahman tidak menerima begitu saja pe­nolakan tersebut. Demi menge­jar cita-cita dan tekad menuntut ilmu sepakbola pada level yang lebih tinggi, mereka berdua setia mendatangi sesi-sesi latihan aka­demi Al Warkah. Setiap hari Iwan dan Abdurrahman menyaksikan sesi latihan dari pinggir lapangan. Abdurrahman datang sebagai penonton. Tapi dia mencuri banyak perhatian di sana lantaran memakai seragam sepakbola, lengkap dengan sepatunya. Bersama ayahnya dia melakukan itu berhari-hari.

Keteguhan hati Abdurrahman berbuah manis. Salah seorang pelatih lokal Al Wakrah, Abdullah, mempersi­lakan Abdurrahman bergabung den­gan akademi tersebut. Sejak hari itu Aburrahman pun mendapat pelatihan sepakbola profesional dari Al Wakrah. Dia berlatih tiga kali dalam sepekan.

BACA JUGA :  Resep Tahu Walik Aci Renyah di Luar, Kenyal di Dalam, Cocok untuk Camilan Rumahan

Tapi Abdurrahman belum menja­di anggota resmi akademi Al Wakrah, klub tidak memasukkan namanya ka­rena dia bukan warga negara Qatar. Abdurrahman harus menunggu sam­pai setahun sampai dia benar-benar jadi anggota skuad Al Wakrah Junior. Klub akhirnya memasukkan namanya karena dianggap punya potensi be­sar. Momen itu terjadi tahun 2012, saat umurnya genap 6 tahun.

Dengan kemampuan dan skill yang kian terasah, Abdurrahman ke­mudian menunjukkan kalau dia me­mang pantas untuk masuk Al Wak­rah. Dimainkan sebagai penyerang, bocah yang juga hobi main basket itu terus memberi gol dan kemenan­gan untuk timnya. Termasuk saat membuat sensasi dengan melesak­kan 14 gol ke gawang Al Shailiya.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================