Untitled-2MADRID, Today – Lawatan terakhir Real Madrid ke Vicente Calderon pada ajang La Liga menghadirkan mimpi buruk buat tim tamu. El Real menelan salah satu kekalahan terburuknya, yang kemudian beru­jung pada hampa gelar di akhir musim.

Sabtu, 27 Februari 2015, Madrid yang tengah bertengger di puncak klasemen datang ke Vicente Calderon untuk menantang Atletico.

Itu adalah El Derbi Madrileno nomor enam di musim tersebut, di mana Atletico unggul dengan catatan W3 D3. Pada dua pertemuan sebelumnya di tempat yang sama untuk ajang Piala Super Spa­nyol dan Copa del Rey, tuan rumah berturut-turut menang dengan 1-0 dan 2-0. Madrid datang dengan am­bisi besar untuk menang dan mengukuhkan lagi dominasin­ya di ibukota Spanyol. Bekal Iker Casillas dkk lebih dari cu­kup karena sebelumnya dapat empat kemenangan beruntun di La Liga dengan selisih gol 12-2. Kemenangan juga wajib didapat demi menjaga jarak aman dengan Barcelona di po­sisi kedua.

Tapi Madrid sudah mendapat pukulan telak saat pertandingan baru berjalan 14 menit, ketika itu tendangan kaki kanan Tiago menjebol gawang Iker Casillas untuk membuka keunggulan tuan rumah. Pukulan lain datang untuk Madrid empat menit kemudian, saat Saul Niguez mengubah kedudukan jadi 2-0 untuk tuan rumah.

Baca Juga :  KORMI Kota Bogor Raih 9 Juara di 5 Inorga pada Pembukaan FORPROV ke 4 Tahun 2022

Di babak kedua Madrid tak bisa memerbaiki perfor­ma dan mencari gol balasan. Skor malah berubah jadi 3-0 setelah Antoine Griezmann ikut mencatatkan namanya di papan skor. Pesta tuan rumah tak tutas sampai di situ karena semenit jelang laga tuntas Ma­rio Mandzukic memastikan At­letico menuntaskan laga den­gan kemenangan 4-0.

Itu menjadi kekalahan ter­buruk Madrid di laga derby selama 27 tahun terakhir. Skuat besutan Ancelotti dapat sorotan tajam dari fans dan juga media atas hasil terse­but. Sementara Cristiano Ron­aldo menghadapi masalahnya sendiri karea dia kedapatan menggelar pesta ulang tahun hanya beberapa jam setelah laga tersebut.

Di pekan yang sama Ma­drid kalah dan Ronaldo menggelar pesta, Barcelona berhasil merapatkan jarak. Kemenangan yang diraih atas Real Sociedad membuat Barca cuma tertinggal satu angka atas seteru utamanya itu.

Baca Juga :  KORMI Kota Bogor Raih 9 Juara di 5 Inorga pada Pembukaan FORPROV ke 4 Tahun 2022

Sekitar empat pekan ke­mudian Barcelona berhasil merebut puncak klasemen dari tangan Madrid. Lio­nel Messi dkk tidak tergeser dari posisi tersebut sampai musim tuntas. The Catalans menyapu bersih titel di akhir musim, Madrid bertangan hampa.

“Hari Minggu akan men­jadi pertandingan spesial buat semuanya. Belakangan kami telah bermain baik saat berhadapan dengan mereka, yang terpenting adalah kami bermain di kandang dan kami berharap bisa melanjutkan­nya,” kata Kapten Gabi, di Marca.

Di musim 2014/2015 terse­but, Madrid dan Atletico ber­temu sampai delapan kali. Atletico unggul dengan empat kemenangan, tiga kali imbang dan sekali kalah. Malang buat Atletico, satu-satunya keka­lahan yang diterima justru membuat mereka terdepak dari Liga Champions di semi­final. Itu merupakan ulangan musim sebelumnya, di mana Madrid juga menjadi peng­halang Atletico dalam perte­muan di pertandingan final.

(Adil | net)