Untitled-1SEORANG seniman tato mes­ti menanyakan beberapa per­tanyaan medis kepada kon­sumen sebelum men-tato. Ini dilakukan untuk memastikan kesehatan si konsumen baik-baik saja untuk ditato.

Sebagai contoh, seorang penderita hemofilia tidak bo­leh ditato karena darahnya tidak bisa menggumpal dengan baik. Ketika ditato, ke­mungkinan penderita hemo­filia tidak bisa menghentikan pendarahan saat ditato.

Baca Juga :  Kerap Terabaikan Akan Khasiatnya, Ini Segudang Manfaat Kulit Mangga

Wanita hamil, penderita diabetes, orang yang me­miliki kelainan jantung, orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang le­mah dilarang memiliki tato. Bagitu pula dengan orang yang mengkonsumsi aspirin karena aspirin mengencer­kan darah sehingga selama ditato konsumen berdarah.

Tato adalah luka. Oleh karena itu, kebersihan sangatlah penting. Saat proses pen-tatoan, tinta disuntik­kan ke dalam lapisan bawah kulit atau dermis yang tidak membuat kulit mengelupas, sehingga membuat tato per­manen. Alat atau memsin tato yang digunakan dapat menembus kulit sebanyak 3000 kali per menit dan membuat lubang sedalam 1/16 dari satu inci atau 1.5mm.

Baca Juga :  Rayakan HUT ke 17, RSIA Pasutri Kota Bogor Gelar Donor Darah

Oleh : LATIFA FITRIA
[email protected]