Malaysia Tampung 3000 Pengungsi Suriah

JAKARTA, TODAY – Malaysia akan membuka pintu perba­tasannya bagi tiga ribu pen­gungsi Suriah dalam tiga tahun ke depan.

Menurut Perdana Menteri Najib Razak, Malaysia sebagai negara Muslim juga memiliki tanggung jawab untuk menjamin hidup kelompok Syiah yang hi­jrah akibat diskriminasi di nega­ranya.

“Inilah alasan Malaysia se­lama bertahun-tahun menam­pung orang yang kabur dari perang, kelaparan, dan penga­niayaan. Kami sudah menam­pung ratusan ribu imigran dan akan menampung lebih banyak ketika ada situasi kemanusiaan mengerikan di Laut Andaman,” ujar Najib dalam pidatonya di si­dang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York.

BACA JUGA :  Pemakaman Kenegaraan Ayatollah Ali Khamenei Diundur hingga Akhir Juni atau Awal Juli

Seperti dilansir Channel NewsAsia, sekitar empat juta pengungsi Suriah membanjiri negara tetangga sejak perang sipil pecah pada 2011. Menurut Najib, dibutuhkan solusi inter­nasional untuk menangani krisis migrasi ini.

Najib mengatakan bahwa dunia harus menghargai kema­nusiaan. Gelombang pengungsi dari Suriah yang lari dari nega­ranya sendiri harus menjadi per­hatian dunia.

“Hanya ketika kita mampu melampaui silo ras dan iman, hanya ketika kita melihat gamba­ran imigran yang putus asa, kor­ban ekstremis, dan mereka yang direndahkan karena kelaparan dan kemisikinan, dan melihat mereka bukanlah musuh, tapi saudara,” tutur Najib.

BACA JUGA :  Putri Thailand Bajrakitiyabha Mahidol Wafat di Usia 47 Tahun Setelah 3 Tahun Menjalani Perawatan

Ia kemudian membahas foto Aylan Kurdi, bocah berusia tiga tahun yang ditemukan terkapar tewas di pesisir lautan Turki. Najib mengajak masyarakat un­tuk merefleksikan jika kejadian tersebut menimpa keluarga sendiri.

“Jika kita melihat foto mengerikan dari Aylan Kurdi yang berusia tiga tahun terdam­par dan melihat muka anak kita sendiri di wajah tak bersalah bocah itu, kita akan melakukan yang terbaik untuk diri sendiri,” katanya.

Menutup pidatonya, Najib berkata, “Orang di seluruh pe­losok dunia memohon pertolon­gan. Kita tidak bisa, kita tidak boleh, mengabaikannya,” tan­dasnya.

(Imam/net)

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================