Untitled-7BOGOR TODAY – Dinas Kes­ehatan (Dinkes) Kota Bogor melakukan kampanye Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia, yang jatuh pada 15 Oktober, kemarin. Dinkes Kota Bogor mensosialisasikan cara cuci tangan pakai sabun dan senam bersama di SDN Sukasari 1, 2, 3, 4 dan Sili­wangi Kota Bogor yang diikuti oleh ratusan siswa, di Jalan Siliwangi, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

Kepala Seksi Promosi kesehatan (Promkes) Dinkes Kota Bogor, Nia Nurkania, mengatakan, kegiatan ini merupakan kampanye bahwa cuci tangan pakai sabun hendaknya menjadi kebiasaan bahkan menjadi budaya. Ia juga menjelaskan, acara ini sengaja dilakukan ditindak SD, karena ingin menanamkan sedini mungkin kebiasaan cuci tangan pakai sabun.

Nia kembali menjelas­kan, cuci tangan pakai sabun ini sangat penting karena perilaku ini cukup seder­hana namun dampaknya sangat banyak. Kebiasaan ini memang sepele, akan tetapi pihaknya menjelaskan, hasil penelitian menyatakan bahwa dengan mencuci tangan pakai sabun efektif yang dapat mengurangi atau menurunkan terjadinya penularan penyakit diare, ISPA, flu burung dan penyakit infeksi lainnya.

Baca Juga :  Kena Prank Holywings, Bima Arya : Keterlaluan

“Kebiasaan ini harus terus dilakukan secara rutin, untuk membangun anak bangsa yang sehat. Bahkan Dinkes Kota Bogor, menggan­deng para guru untuk diberi pelatihan terkait tata cara cuci tangan pakai sabun,” kata dia.

Menurut Nia, sebenarnya cuci tangan sudah menjadi kebiasaan bagi kita semua dan telah dilakukan setiap saat atau setiap hari oleh masyarakat. Ia menegaskan, masyarakat perlu tahu, jika cuci tangan pakai sabun se­baiknya dengan air mengalir. “Jika kita budayakan (CTPS) dengan menggunakan air mengalir, kebiasaan ini akan memberikan dampak yang luar biasa.

Ada 5 waktu penting cuci tangan pakai sabun yaitu, se­belum makan, sesudah buang air besar, sebelum memegang bayi, sesudah membersihkan anak buang air besar atau ke­cil dan sebelum menyiapkan makanan,” tambahnya.

Baca Juga :  Lima Pelaku Bullying di Bogor Diamankan, Satu Diantaranya Berusia 12 Tahun 

Sementara itu, menu­rut Kepala SDN Siliwangi, Nila Kesuma, mengatakan mendukung dan mengapre­siasi kegiatan tersebut agar anak-anak dapat terbiasa dengan pola hidup secara, salah satunya adalah CTPS dengan menggunakan air mengalir. “CTPS ini sangat penting, dan harus dibiasakan agar terhindar dari penularan penyakit,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Sukasari 3, Meiniar, mengatakan, semoga kede­pannya sosialisasi yang dilakukan Dinkes Kota Bogor dapat rutin dilakukan tiap bulannya. Ia menambahkan, dari kampanye yang diseleng­garakan Dinkes Kota Bogor, pihaknya berharap semoga para siswa yang mengikuti acara ini, terus membiasakan pentingnya cucci tangan pakai sabun. “Semoga para anak-anak menganggap penting cuci tangan pakai sabun dan dijadikan rutinitas yang tidak dilupakan,” ujarnya.

(Rizky Dewantara)