alfian mujani 240Uang itu selalu datang dan pergi begitu saja. Pe­miliknyasendiri sering tak mam­pu mengenda­likannya. Bahkan jikasalah menyi­kapi, uang akan mengendalikan pemiliknyasendiri.

Itu sebabnya, seorang bijak berkebang­saan Jepangmenyarakan agar uang digunakan untuk membiayai hal-halyang berguna bagi orang banyak.Jika hanya disimpan atau digu­nakan sendiri, berapapun uangitu tak akan pernah cukup. Ketika seorang pegawai berga­jiRp 5 juta dia akan menghabiskannya. Ke­tika gajinya naikmenjadi Rp 30 juta, juga pasti habis. Ini karena ekspektasidan gaya hidup orang cenderung dikendalikan uang, ikut­naik. Dalam kajian finalcial psychology hal ini disebuthedonic treadmill. Agama bilang keserakahan material.Ketika berpendapatan Rp 5 juta seseorang membeli sepedamotor.

Ketika gajinya naik menjadi Rp 10 juta, dia membeliXenia, ketika pendapatannya Rp 50 juta, dia beli Lexus. Takada hubungan antara banyaknya uang dengan kebahagiaan.Boleh jadi yang sudah ampu beli Lexus itu hidupn­ya kacaudan ruwet. Kebahagian itu san­gat sederhana. Misalnyadengan membagi sedikit uang kepada yang membutuhkan,kita merasa senang luar biasa. (*)