Foto : Net
Foto : Net

Penampilannya sangat sederhana dibanding kekayaannya yang menem­bus Rp 260 triliun. Pakaian yang dikenakannya tampak biasa, setelan jas dan kaca­mata. Inilah Michael Dell, pendiri dan CEO raksasa komputer dunia merek Dell.

(Alfian Mujani|dtc)

SIAPA sangka pria paruh baya yang amat sederhana ini, berada di deret atas orang-orang terkaya di dunia. Pria yang sudah diang­gap legenda dalam industri PC ini, memiliki kekayaan terakhirnya sekitar USD 19,1 miliar atau di kisaran Rp 260 triliun.

Sebagai legenda industri komputer, Michael Dell, meru­pakan sosok paling diburu di arena perhelatan Dell World 2015 di Austin Texas minggu lalu, Selesai membuka Dell World, Michel Dell langsung dikerumuni media dan partisipan yang ingin foto, wawancara, atau sekadar melihat­nya lebih dekat.

Tapi mungkin karena kesibukannya, Michael selalu cepat menghilang ke belakang panggung. Bagaimanapun, pidatonya di Dell World 2015 suk­ses menyihir para partisipan. Tentang bagaimana ia akan membawa Dell menapak masa depan dan sedikit nostalgia masa lalunya.

“Dulu saya memulai Dell di kamar asrama saya di University of Texas, tidak jauh dari sini,” ucap Michael Dell di sela pidato pembukaan Dell World.

Baca Juga :  Kabupaten Pidie Dilanda Angin Kencang, Tiang Listrik Tumbang sampai Atap Rumah Rusak

Ya, Michael merintis Dell sekitar 32 tahun lam­pau semasa dia masih mahasiswa culun di kampus­nya. Dia menciptakan sebuah perusahaan bernama PC’S Limited dari kamar asramanya, yang kemudian ia ubah namanya menjadi Dell.

Michael pun meraih sukses luar biasa meski akhirnya harus drop out kuliah. Pada tahun 1992 ketika berumur 27 tahun, dia menjadi CEO termuda di perusahan yang masuk daftar bergengsi Fortune 500. Perusahaan itu apalagi kalau bukan Dell.

Michael mungkin tidak seterkenal Bill Gates atau Mark Zuckerberg. Kehidupan pribadinya jarang jadi sorotan dan mungkin Michael memang sengaja ingin demikian. Jarang pula dia berbicara hal di luar bisnisnya. Konon, ia tinggal di rumah paling mewah di Texas bersama istri dan 4 orang anaknya.

Dan Michael kabarnya sangat protektif pada keluarganya. Ia menghabiskan biaya jutaan dolar untuk keamanan anak-anaknya karena paranoid kalau mereka akan menjadi sasaran penculikan. Dan, anak-anaknya itu tidak boleh sembarangan memposting sesuatu ke media sosial.

Mendengarkan langsung Michael Dell berbi­cara di panggung Dell World, jelaslah kalau dia memang bukan pria sembarangan. Dengan man­tap dan meyakinkan, ia menjelaskan bagaimana visi Dell ke depan dan rasa optimistis akuisisi EMC membuat Dell akan meraksasa.

Baca Juga :  Resep Membuat Kue Cubit Tekstur Lembut dan Topping Meriah

“Kami sangat gembira dengan kombinasi ini. Perusahaan yang memimpin di dunia dalam em­pat area signifikan di TI saat ini yaitu server, stor­age, virtualisasi dan PC. Hal itu akan memberikan posisi luar biasa bagi kami dalam TI masa depan,” katanya.

Sewaktu tampil bersama CEO Microsoft Satya Nadella, semua audiens yang memasuki ruangan harus melalui metal detector. Ya, keamanan rupa­nya sangat ketat. Meski ada yang protes, sebagian besar maklum mengingat dua orang itu adalah so­sok penting di dunia teknologi dan perusahaannya masing-masing.

Sepak terjang Michael memang menginspi­rasi dan patut dicontoh. Bisa saja ia, di usia yang sudah menginjak 50 tahun, memilih leha-leha menikmati kekayaan dari berjualan komputer dan solusi teknologi Dell. Namun ia tetap semangat me­mimpin dan memajukan perusahaannya, termasuk merencanakan akuisisi spektakuler USD 67 miliar pada EMC.

(bersambung)