Untitled-2BANDUNG, Today – Persib Bandung menatap serius turnamen Piala Jen­deral Sudirman yang akan digelar pada 14 November 2015-24 Januari 2016. Hal itu diungkapkan pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman.

Menurutnya, persaingan tetap ketat seperti yang mereka alami pada turnamen Piala Presiden 2015.

Seperti diketahui, sebelumnya tim Maung Bandung menjadi juara Piala Presiden usai menaklukkan Sriwijaya FC dengan skor 2-0 pada partai final di Stadion Utama Gelora Bung Kar­no, Jakarta, 18 Oktober lalu.

Meski berstatus sebagai juara Pia­la Presiden, Persib tak ingin mema­sang target terlalu muluk pada Piala Jenderal Sudirman.

“Target Piala Jenderal Sudirman saya tidak mau muluk-muluk. Saya berjuang sebisa mungkin tim tidak terlempar jauh dari jajaran elite klub Indonesia,” ucap Djadjang, seperti dikutip laman resmi klub.

Pelatih yang akrab disapa Djanur itu menuturkan persaingan lebih sengit jika Persipura Jayapura jadi ikut serta.

Sebelumnya disebutkan, turna­men yang digagas Tentara Nasional Indonesia (TNI) ini akan diikuti 14 klub dari Indonesia Super League (ISL) ditambah satu tim PS TNI.

TNI sendiri sudah menunjuk Ma­haka Sports and Entertainment yang sukses menggelar Piala Presiden, se­bagai operator turnamen ini.

“Lawan saya kira lebih siap dan nanti katanya Persipura ikut. Ini seri­us dan meramaikan turnamen ini,” tegas Djanur.

Namun, yang menjadi kendala saat ini adalah PSSI baru akan mem­berikan rekomendasi jika turnamen ini dioperatori PT Liga Indonesia.

PSSI beralasan itu sudah menjadi kesepakatan klub-klub ISL di Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa PT Liga, jika sebuah turnamen baru diikuti klub ISL jika mendapat­kan rekomendasi dari PSSI.

Dia tak menampik, persiapanya sedikit terganggu, mengingat be­berapa penggawanya ambil bagian memperkuat klub kontestan turna­men Piala Habibie.

Djanur berharap, Zulham Zam­run, Firman Utina, Abdul Rahman, Makan Konate dan Jajang Sukmara, bisa menjaga kondisi fisik dengan baik sekalipun tak memperkuat Pers­ib.

Di Piala Jendral Sudirman, kota Bandung tak masuk dalan perenca­naan venue laga fase grup. Adapun tiga kota tuan rumah yakni Surabaya, Malang dan Bali.

Hal ini menjadi catatan Djanur, mengingat kendati juara di Piala Presiden 2015, timnya belum sekali­pun unggul pada laga away.

“Perbedaan pasti ada, tapi yang namanya hasil tetap realistis. Me­mang di kandang kita oke, tapi away kita kalah. Itu akan jadi catatan dan perbaikan kita,” tukasnya.

Sementara itu, Manajer Persib, Umuh Muchtar mengharapkan tim­nya bisa tergabung dalam grup pe­nyisihan di Bali pada turnamen Piala Jenderal Soedirman nanti.

“Ada tiga grup, Malang, Surabaya, dan Bali, kalau saya lebih milih di Bali,” harap Umuh.

Bagi Umuh, tak jadi soal apabila gelaran turnamen kedua yang bakal kembali digarap Mahaka Sports and Entertainment tersebut tidak meny­ertakan Bandung sebagai salah satu tuan rumah fase penyisihan grup, sekalipun dia berharap masyarakat Jawa Barat bisa kembali mendapat hiburan pertandingan Persib.

Menurut Umuh, seluruh klub be­sar Indonesia telah setuju ikut serta di Piala Jenderal Soedirman. Saat ini, kata dia, turnamen tersebut masih penjajakan menentukan promotor dan mencari pihak sponsor.

“Kemarin hasil RUPS, untuk per­sipan akan mengadakan lagi kmung­kinan besar akan mencari sponsor baru, tidak menutup kemungkinan Mahaka Sport (pegang lagi),” jelas­nya.

Dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Liga Indonesia, Sabtu (24/10) lalu, Umuh mengaku, terus berupaya agar bisa secepatnya kembali menggulirkan kompetisi, dengan target paling lambat sudah dimulai pada Februari 2016 men­datang.

“Sambil nunggu waktu, agar gak bentrok, mudah-mudahan bisa lang­sung kompetisi. Kami usahakan pal­ing telat Februari 2016, karena kita sudah lama tanpa kompetisi,” tan­dasnya.

(Imam/net)