Jorge-Lorenzo-MotoGP-Jerez-2015-Qualifying-Isu pemecatan Jorge Lorenzo oleh tim Yamaha kian berkembang luas. Media Italia kini ramai melaporkan, pembalap Spanyol itu siap menuju dua tim: Honda atau Ducati.

Oleh : IMAM BACHTIAR
[email protected]

Isu pemecatan Lorenzo berkembang dalam beberapa hari ini. Sikap Lorenzo yang tak membela Rossi terkait in­siden dengan Marc Marquez di Grand Prix Malaysia menjadi salah satu alasan.

Media Italia Calcioweb.eu me­nyebutkan, Direktur Tim Yamaha Massimo Meregalli sudah gerah den­gan kondisi paddock Yamaha sebab Rossi dan Lorenzo tak kunjung akur. Hal itu ia utarakan dalam wawancara dengan Corsport.

Laporan berbeda diberitakan Sportsmediaset yang menyebut Lo­renzo sudah mempunyai tujuan an­dai dipecat Yamaha. Dua kubu pesa­ing Honda dan Ducati jadi tim yang dipilih Lorenzo.

Jika memilih Ducati, Lorenzo be­rarti bakal bertandem dengan duo Italia Andrea Iannone dan Andrea Dovisiozo musim depan. Namun tidak dengan Honda, Marquez dan Dani Pedrosa masih tetap dipertah­ankan hingga musim depan berakh­ir. Selanjutnya, duet Marquez-Loren­zo baru bisa terwujud pada musim 2017.

Namun hal yang diberitakan media Italia masih sebatas spekulasi hingga seri balap terakhir di Valen­cia, 8 November nanti berlangsung.

Sejauh ini, Lorenzo dan Rossi masih tetap bersaing di satu pad­dock Yamaha untuk mengejar trofi juara dunia.

Sebelumnya memang santer di kabarkan Yamaha siap mem­ecat Jorge Lorenzo setelah MotoGP musim ini berakhir terkait sikapnya menanggapi insiden rekannya Valen­tino Rossi dengan Marc Marquez di Grand Prix Malaysia kemarin.

Rossi dihukum Race Direction MotoGP usai didakwa sengaja men­jatuhkan Marquez di Sirkuit Interna­sional Sepang yang tengah diselimuti kabut asap Indonesia. Akibatnya, The Doctor mesti start dari posisi paling belakang di Grand Prix Valen­cia, 8 November nanti.

Dalam kondisi tersebut, si­kap berbeda ditunjukkan Lorenzo menanggapi hukuman Rossi. Meski Rossi rekan satu timnya, ia lebih menanggap sebagai rival utama dalam perburuan gelar juara dunia musim ini. Secara tegas, Lorenzo meminta agar seniornya di paddock bisa dihukum seberat-beratnya.

Hal itu yang dikabarkan mem­buat pihak Yamaha gerah. Media Ita­lia Insella.it menyebut Lorenzo ter­ancam dipecat akibat sikapnya yang tidak mendukung rekan setimnya.

Bos Yamaha Lin Jarvis disebut telah meminta Lorenzo tak ikut campur dalam insiden Rossi dan Marquez. Tak ayal, sikap pembalap Spanyol setelah GP Malaysia kemarin membuat nasibnya kini jadi speku­lasi.

Lorenzo Bantah Jegal Rossi

Pembalap Tim Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo, membantah berita yang menyebut dirinya meminta bantuan Marc Marquez untuk mel­ancarkan ambisi menjadi kampiun MotoGP 2015. X-Fuera –julukan Lo­renzo– memastikan kabar tersebut tidak benar.

Sebelumnya salah satu media asal Italia, La Repubblica, merilis berita yang menyebut Lorenzo dan Marquez mengadakan pertemuan di Andorra pada akhir September.

Pertemuan tersebut diyakini seb­agai momen Lorenzo meminta ban­tuan The Baby Alien untuk menyulit­kan pergerakan Valentino Rossi.

Sebab, The Doctor –julukan Rossi– merupakan saingan utama Lorenzo menjadi kampiun pada 2015. Dasar kecurigaan La Repub­blica terlihat ketika Marquez seperti menutup-nutupi pergerakan Rossi di Phillip Island dan Sepang.

Bukan hanya La Repubblica yang menduga demikian, Rossi pun juga berkata yang sama. Namun, Lorenzo memastikan tak ada usaha darinya meminta bantuan kepada Marquez.

“Kami secara resmi menolak se­gala pemberitaan yang mengatakan ada pertemuan antara saya dengan Marquez. Kabar tersebut diberita­kan La Repubblica dan kemudian diikuti media-media Italia lainnya. Itu merupakan berita konyol dan tak berdasar,” jelas Lorenzo, mengutip dari Motorsport, Jumat (30/10/2015).

“Tanpa ingin menggangu kenya­manan rider yang lain, kami hanya ingin mengekspresikan ketidanya­manan akibat pemberitaan tersebut. Kami tegaskan sekali lagi bahwa informasi ini benar-benar palsu,” urai juara dua kali kelas MotoGP tersebut.

Lorenzo saat ini tertinggal tujuh poin dari Rossi selaku pemuncak klasemen MotoGP 2015. Namun, ia berpeluang besar menjadi juara. Se­bab, Rossi bakal memulai balapan dari posisi belakang saat mentas di Valencia karena insiden tendangan yang dilakukannya kepada motor Marquez. (*)