Untitled-10SEKOLAH Menengah Atas (SMA) Negeri 6 Kota Bogor menggelar Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB) dengan menjaring SMP yang ada di Jabodetabek, Minggu (1/11/2015). Ber­tema ‘Generasi Muda yang Berjiwa Pemimpin’, pemenang dari lomba ini mendapat garansi untuk masuk salah satu sekolah favorit di Kota Bogor itu.

Oleh : Latifa Fitria
[email protected]

Kepala Sekolah SMAN 6 Kota Bogor, Aid­awati sangat mengapresiasi kompetisi ini. Apalagi kegiatan ini sifatnya sangat positif dan merekrut peserta di­dik lewat Jalur Presta­si (Japres), dengan komitmen dapat diteri­ma di SMAN 6 setelah lulus SMP.

“Mereka berhak mendapatkan jalur prestasi un­tuk masuk kesini, tetapi dengan standar-standar yang ada di SMAN 6,” ucap dia. Aidawati berharap, kegiatan yang su­dah berlangsung selama 18 tahun dapat meningkatkan kreatifitas bukan hanya untuk peserta didik, begitu juga untuk panitia pelaksana di Paskibra Bimakarsa SMAN 6 untuk berkreasi dalam mencip­takan ajang perlombaan dengan mem­bangun sportifitas tinggi.

“Kegiatan ini untuk mendidik bagaimana untuk menjadi seorang pemimpin. Dengan begini anak-anak didik kami akan memahami bagaima­na membangun jiwa kepemimpinan itu, ada pembelajaran karakter dalam proses menciptakan suatu kegiatan,” tuturnya.

Menurutnya, selain membangun jiwa kepemimpinan, hal ini juga sangat mempengaruhi jiwa keterampilan mer­eka dan mampu mengevaluasi kemam­puan di dalam bidang baris berbaris.

“Ajang ini juga kan membuat Paski­bra Bimakarsa mampu mengevaluasi adik-adik SMP-nya, dimana kelebihan dan kekurangan peserta. Sal­ing berbagi ilmu dengan anak-anak SMP ini, se­hingga hal ini bukan hanya untuk mem­bangun kualitas anak-anak SMAN 6, tetapi membangun kualitas semua sekolah,” kata dia.

Senada dengan Aidawati, ketua panitia acara, Ratu Azmi Khaedi­yafi mengatakan, kegiatan ini untuk melatih kedisiplinan dan jiwa kepemimpinan dalam diri peserta dan panitianya.

Ada sekitar 24 SMP yang turut dalam kompetisi LKBB ini. Untuk Bogor sendiri ada lebih dari sepuluh SMP yang terdaf­tar sebagai peserta, kemudian sisanya dari Jadetabek.

Menampik paradigma ‘kekakuan’ di dunia paskibra juga menjadi salah satu tujuan dari ajang ini. “Tujuan uta­manya untuk meningkatkan rivalitas yang sehat, menghilangkan paradigma kekakuan yang ada di dunia paskibra dan memperkenalkan lingkungan SMAN 6 Bogor, serta membuka Japres melalui ekstrakulikuler paskibra,” tuturnya.

Apalagi, sambung Ratu, sudah enam kali sekolahnya menjadi juara pertama di Balaikota Bogor melalui Paskibra Bi­makarsa, prestasi ini juga bisa menjadi acuan bagi mereka untuk bisa masuk dan bergabung di paskibra SMAN 6 Kota Bogor.

“Sekolah yang berhasil menjadi juara adalah mereka yang layak untuk mendapatkan Japres,” pungkasnya. (*)