Untitled-5JAKARTA, Today – Menjaga kes­etiaan pada pasangan memang me­miliki banyak manfaat, mulai dari manfaat secara psikologis hingga mengurangi risiko penyakit. Bah­kan setia pada pasangan bukan hanya mencegah penyakit menular yang berhubungan dengan aktivitas seksual, melainkan juga penyakit tidak menular seperti serangan jan­tung.

Konselor seks dr Naek L Tobing mengatakan, berkencan dengan seseorang yang bukan pasangan bisa meningkatkan risiko kema­tian. Sebuah penelitian di Jepang mencatat, angka kejadian kematian akibat serangan jantung pada orang yang berkencan dengan bukan pas­angannya mencapai 80 persen.

“Dengan kata lain, 80 persen orang yang berkencan dengan bu­kan pasangannya mengalami risiko kematian yang tinggi. Meskipun risiko itu terjadi pada mereka yang sudah mengalami penyakit jan­tung,” kata Naek mengutip Kompas Health.

Baca Juga :  Hati-hati, Posisi Duduk yang Salah Menyebabkan Cedera Tulang Belakang

Berkencan dengan bukan pas­angan akan meningkatkan ketegan­gan. Itulah yang kemudian memacu jantung untuk bekerja lebih keras. Padahal, kondisi tersebut berba­haya bagi mereka yang memiliki pe­nyakit jantung.

“Ketegangan ini kemudian akan memicu serangan jantung. Jika pen­anganan terlambat maka nyawa tidak bisa diselamatkan,” tandas dokter yang mendapat gelar dari University of Minnesota, Amerika Serikat, ini.

Menurut Naek, risiko kematian akibat penyakit jantung juga me­ningkat akibat konsumsi obat kuat (disfungsi ereksi) yang mengand­ung stimulan berlebihan. Stimulan berfungsi meningkatkan produksi adrenalin yang memacu kerja jan­tung lebih berat.

Baca Juga :  Cara Mencegah Penyakit Jantung

Stimulan yang berlebihan di­dapat dari konsumsi obat kuat yang melebihi dosis, atau dapat pula dari konsumsi obat kuat yang memang sudah mengandung stimulan yang berlebihan. Obat dengan karakter­istik ini biasanya merupakan obat kuat palsu yang dijual sembaran­gan.

Naek mengatakan, kendati efek stimulan sangat memengaruhi risiko serangan jantung, tetapi efek ini tidak terlalu terlihat pada ses­eorang yang bercinta dengan pas­angannya. Ini mungkin karena ber­hubungan seksual dengan pasangan dilandasi cinta yang menimbulkan rasa nyaman sehingga mengurangi ketegangan.

(Adilla Prasetyo Wibowo)