IMG_9751Operator kompetisi sepak bola profesional di In­donesia, PT Liga Indonesia berencana mengge­lar semi-kompetisi pada bulan Febuari 2016, di tengah pembekuan PSSI terhadap Pemerintah. Rencana tersebut sudah mendapatkan restu dari peme­gang saham PT Liga, yang berisikan 18 klub ISL serta PSSI.

“Sebetulnya di luar keputusan RUPS Luar Biasa, terdapat hal yang menarik. Kami punya rencana yang telah disetujui para pemegang saham, yaitu PSSI beserta 18 klub ISL. Kami akan menggelar semi kompetisi atau Liga Independen. Ini tantangan dan kesempatan buat manajemen PT Liga, di tengah vakumnya kompetisi pro­fesional,” kata CEO PT LI, Joko Driyono.

Joko mengatakan, semi-kompetisi yang akan di­jalankan hanya berlangsung selama delapan bulan, mu­lai dari Febuari hingga Oktober 2016. Semi-kompetisi tersebut tidak akan menggunakan sistem degradasi dan promosi.

“Ada dua event dalam semi kompetisi tersebut. Satu untuk klub-klub ISL, satu lagi untuk Divisi Utama, semuanya mirip kompetisi profesional. Tapi, tidak ada klub yang promosi dan degradasi, maupun yang juara tidak ikut ke Liga Champions Asia dan Piala AFC karena Indonesia masih dihukum oleh FIFA. Pesertanya masih sama seperti ISL 2015 yang dihentikan,” ujarnya.

Menurut Joko, langkah tersebut diambil karena klub-klub ISL ingin aktivitas tetap ada. PT Liga Indonesia akan menginformasikan kepada klub Divisi Utama yang tidak mengikuti RUPS.

“Kami punya harapan Indonesia masih bisa bermain di Piala AFF 2016. Jika suatu saat FIFA mencabut huku­man kepada Indonesia sebelum Piala AFF 2016, maka semi-kompetisi tersebut sebagai persiapan Timnas Indo­nesia untuk Piala AFF 2016, Desember 2016,” tutup Joko.

Oleh : Adilla Prasetyo Wibowo