Untitled-8Saat kondisi sedang emosional, perubahan yang langsung terjadi pada tubuh adalah napas. Jadi cara meredakan amarah paling efektif dengan berlatih teknik pernapasan.

Oleh : ADILLA PRASETYO WIBOWO
[email protected]il.com

Psikolog dari yayasan pulih, Vitria Lazzarini Latief mengatakan bah­wa gejala yang paling terlihat ketika seseorang sedang marah adalah pernapasan yang pendek-pendek dengan dur­asi makin pendek. Tanda ini tidak bisa disembunyikan oleh orang yang tengah naik emosinya alias marah.

“Ini gejala paling umum dan tidak a d a yang bisa menyembunyikannya. Makin tinggi tingkat emosinya, napasnya jadi makin pendek dan tersengal – sengal. Walau kita beru­saha sekuat tenaga menyembun­yikan kemarahan, napas tidak bisa ditutupi,” katanya.

Untuk mengembalikan ke­tenangan, ujar Vitria, perlu ber­nafas dengan teknik pengolahan napas yang tepat yakni proses bernapas dengan menarik napas dalam sehingga otak meneri­ma cukup asupan oksigen. “Dengan bernapas dalam akan menenangkan dan membuat tekanan darah menjadi stabil,” tu­turnya.

Baca Juga :  Hati-hati, Posisi Duduk yang Salah Menyebabkan Cedera Tulang Belakang

Vitria menjelaskan langkah pertama yang bisa dilakukan an­tara lain tarik napas dalam-dalam. Setelah itu, langsung tahan napas. Saat menahan napas, biarkan perut mengembang terisi udara. “Perut harus mengembang, kalau tidak nanti tahan napas di dada dan jus­tru membuat kita sesak napas,” jelas Vitria.

Setelah itu, keluarkan napas sampai habis melalui mulut. Lang­kah-langkah tersebut bisa dimulai dengan bertahap mulai dari hitun­gan 3-4-3, 5-6-5, dan seterusnya. Lakukan hingga lima kali berturut-turut.

Ia menambahkan, selagi mener­apkan teknis pernapasan perut itu, genggam jari-jari bisa dengan tan­gan kanan atau tangan kiri. Apabila sedang merasa ngotot atau khawat­ir, pegang kelingking. Saat sedang sedih, pegang jari manis, sedang­kan saat marah pegang jari tengah.

Baca Juga :  Penyebab dan Cara Mencegah Gigi Berlubang yang Perlu Kamu Ketahui

Kemudian, jika dalam kondisi takut maka pegang telunjuk dan pegang jempol ketika merasa ber­salah. Dengan cara tersebut akan berpengarus secara psikologis. Se­hingga secara psokologis menjadi lebih tenang dan bisa berpikir den­gan lebih jernih.

“Kalau sedang merasakan semua emosi tersebut, genggam semua tangan. Lakukan selagi bernapas dalam sambil memejam­kan mata. Bayangkan sebuah pola misal segitiga dan iringi dengan musik agar lebih rileks, tapi cara ini tidak menjamin berpengaruh pada semua orang,” pungkasnya.