foto-persib-bandung-vs-pbfc-piala-presiden-2015-ZULHAM-SIM_9821vBANDUNG, Today – Pelatih PERSIB Djad­jang Nurdjaman mengaku sudah punya gambaran tim sebelum bertolak ke Sido­arjo guna melakoni turnamen Piala Jen­deral Sudirman.

Kerangka tim terlihat saat laga uji coba menghadapi tim Pelatda PON Jawa Barat di Lapangan Sesko AD, Selasa (11/11/2015).

Uji coba ini merupakan yang tera­khir sebelum rombongan tim bertolak ke Sidoarjo, Jumat (13/11/2015) sore.

Diharapkan, pemain yang masih berada di Sulawesi dapat segera bergabung den­gan tim sebelum tampil perdana mengha­dapi Persela Lamongan, 15 November men­datang.

“Ini uji coba terakhir sebelum berangkat. Latihan kami satu kali lagi di Bandung. Dari uji coba barusan saya ada sedikit gambaran dengan masih ada beberapa pemain belum gabung. Saya sudah melihat kesiapan tim yang terjun pada Piala Jenderal Sudiman nanti,” kata Djadjang usai laga.

Melihat hasil uji coba, Djadjang juga men­gaku masih menyisakan pekerjaan rumah buat timnya. Penyelesaian akhir menjadi yang paling terlihat, selain terus meningkat­kan kekompakan tim.

Sejauh ini tim sudah terlihat solid meski­pun beberapa pemain baru bergabung.

“Keliatan penyelesaian akhir masih men­jadi pekerjaan rumah buat kami. Tadi lawan tidak merepotkan pertahanan kami dan kita lebih banyak peluang apalagi babak perta­ma,” ucapnya.

Masih Butuh Adaptasi

Pemain Diklat PERSIB Febri Hariyadi tampil setengah babak saat menghadapi tim Pelatda PON Jawa Barat di Lapangan Sesko AD, Selasa (11/11/2015).

Pada pertandingan uji coba tersebut, Febri ditarik keluar dan digantikan oleh Tan­tan menit 45.

Pelatih PERSIB Djadjang Nurdjaman mengatakan, pergantian Febri oleh Tantan bukan karena pemain junior tersebut tidak dapat tampil penuh.

Namun lebih pada karena strategi yang dilakukannya termasuk tidak mau memak­sakan Febri tampil penuh.

“Pelan-pelan lah, butuh waktu saya rasa, karena pemain muda main dengan se­niornya tidak mudah untuk menyesuaikan. Tapi bukan karena Febri tidak mampu main full, hanya saya juga perlu melihat kondisi pemain lainnya,” kata Djadjang.

Pelatih yang karib disapa Djanur ini pun tidak mau jika pemain muda yang ada ber­sama timnya saat ini hanya formalitas tampil dengan tim karena persoalan regulasi.

Aturan dua pemain di bawah 21 tahun yang akan masuk starting eleven merupakan tujuan baik untuk regenerasi. Karena itu, Djanur akan maksimalkan pemain muda bersama timnya.

“Kita lihat tujuannya apa, saya tidak mau hanya formalitas saja dua pemain itu. Tapi saya ingin menyukseskan tujuan dari regu­lasi itu,” pungkasnya.

(Imam/net)