DSC_0611Turnamen internal PSSI Pekanbaru memperebutkan Piala Walikota Pe­kan Baru mulai bergulir. Kick off di­lakukan langsung oleh Walikota Pe­kanbaru, Firdaus MT, Jumat (13/11/2015) di lapangan Batrai P, Pekanbaru. “Alhamdulil­lah berjalan lancar,” kata Plt Ketum Asprov PSSI Pekanbaru, Anis Murzil.

Kompetisi internal PSSI Pekanbaru sendiri mempertandingkan berbagai kat­egori. Yakni Divisi Utama, Divisi Satu, U-15 level I dan II serta U-17 level I dan II. Per­tandingan perdana sendiri dari tim Divisi satu. Setelah itu, seremonial pembukaan baru dilakukan.

Sementara itu, PSSI coba buka suara ter­kait adanya dua Komite setelah pertemuan FIFA di Jakarta, awal bulan lalu. Dimana ked­ua Komite tersebut yakni Komite ad-hoc yang rencananya akan dibentuk Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) dapat berjalan paralel den­gan Tim Kecil bentukan pemerintah sebagai bagian dari rencana pemerintah mereforma­si sepakbola nasional.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Jen­deral PSSI, Azwan Karim dilansir situs antara menyebutkan kedua komite ini bisa saja ber­jalan beriringan asalkan fungsi dan tugas nantinya tidak bertolak belakang dengan komite ad-hoc sendiri. “Ini sebetulnya bisa berjalan paralel antara Komite ad-hoc dan Tim Kecil, tapi yang paling mendesak adalah segera masukkan nama wakil pemerintah ke Komite ad-hoc,” ucap dia.

Saat ini PSSI masih berharap pemerintah bisa segera memberikan usulan nama yang akan bekerja sama dengan komite ad-hoc reformasi sepak bola nasional yang sebelum­nya telah ditetapkan untuk dibentuk FIFA. Namun hingga kini pemerintah belum mere­sponnya secara baik dengan lebih mement­ingkan nama-nama tim kecil.

“Tidak mungkin satu orang ini punya ide untuk keseluruhan ide untuk memperbaiki sepak bola Indonesia. Satu orang ini akan memiliki tim di belakang dia, anggap saja itu Tim Kecil. Jadi setiap elemen memiliki tim ke­cilnya sendiri-sendiri,” tutup dia.

Oleh : Adilla Prasetyo Wibowo