medium_Persib_Febri_Haryadi_27_SRBANDUNG, Today – Sebanyak dua pemain Diklat PERSIB melalui debut­nya bersama tim senior dengan baik.

Kedua pemain itu adalah Gian Zola dan Febri Hariyadi yang masing-masing menyum­bangkan satu asist dan satu gol buat Pangeran Biru saat menghadapi Persela Lamongan pada Grup C Piala Jenderal Sudirman di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (15/11/2015).

Gol yang dicip­takan Febri untuk me­nyamakan kedudukan menjadi 1-1 tercipta usai mendapat umpan Zola melalui sepak pojok. Meskipun ked­uanya tampil ciamik, mereka ditarik dan di­gantikan pada menit 30 masing-masing oleh Makan Konate dan Firman Utina.

Febri mengaku senang dengan penampilan perdan­anya tersebut, apalagi bisa ikut memberikan kontribusi positif buat PERSIB.

Ia pun berharap kedepan bisa memberikan kontribusi yang lebih be­sar bersama pemain senior lainnya. Du­kungan dan bimbingan dari senior pun sangat diharapkan untuk kedepannya.

“Senang tentunya, bisa memasuk­kan gol, meskipun hanya menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Walaupun tidak tampil full, kita (Febri dan Zola) ingin memberikan yang terbaik buat PERS­IB,” kata pemain yang karib disapa Bow ini.

Tidak dipungkiri, pada menit-menit awal sempat merasakan tegang karena memulai laga bersama seniornya apa­lagi dukungan bobotoh begitu besar di­berikan langsung di stadion.

Ia bersyukur dapat mengatasi rasa tidak percaya tersebut dan mencoba bermain lebih tenang.

“Saat kick off sudah mulai beradap­tasi, awalnya segan berduet dengan bang Supardi. Masih kaku cuma beliau baik selalu membantu di lapangan. Mudah-mudahan kedepan lebih baik,” ucapnya.

Hal serupoa dirasakan oleh Gian Zola Nasrullah pemain Diklat Persib kian dekat bersama skuat Persib senior.

Dalam kemenangan 3-2, pada laga pembuka Piala Jenderal Sudirman (PJS) kontra Persela Lamongan, ia menyum­bangkan satu assist atas gol Febri Hary­adi, meski bermain 30 menit.

Laga yang dihelat di Stadion Delta Sidoarjo itu pun menjadi saksi kebang­kitan Maung Bandung pasca tertinggal dua kali atas tim berjuluk Laskar Joko Tingkir.

Pemain bernomor punggung 93 itu akui sempat merasa nervous diawal laga. Menit demi menit berjalan ia pun akhirnya mampu menyesuaikan tempo permainan.

“Ada rasa nervous sih pas pertama-pertamanya, tapi pas kesininya Alham­dulillah bisa menikmati dan lebih enjoy saja,” ungkap Zola pada Senin (16/11).

Pemain berusia 17 tahun itu men­gatakan untuk mengurangi rasa nervous kala bertanding maupun saat berlatih, ia sering melakukan komunikasi bersa­ma beberapa pemain Persib. Tak jarang Zola melakukan candaan sebagai upaya kedekatan namun saling menaruh rasa hormat. Ia pun menginginkan rasa per­caya dirinya tetap terjaga.

“Ya, sering ngobrol sama abang sama aa-aa yang ada disini, terus menanyakan kekurangan Zola apa, ya gitu lebih sering ngobrol saja biar eng­gak nervous,” tambahnya.

Sementara itu, Bek sayap Persib Supardi Nasir, mengaku kaget den­gan penampilan impresif pemain U-21 Maung Bandung Febri Haryadi dan Gian Zola pada kemenangan Persib atas Persela Lamongan, 3-2.

Terlebih Febri yang berduet dengan­nya di sektor sayap kanan, ia memiliki kesan khusus hingga menemukan feel dalam bermain, baik saat menyerang maupun bertahan.

“Iya, kaget kemarin saya pertama kali di duetkan langsung di pertand­ingan resmi, sebelumnya juga enggak pernah dicoba, latihan ya latihan, tapi enggak pernah dicoba,” kesannya saat diwawancarai Senin (16/11) di Western Papilio Hotel.

Sebelum keberangkatan ke Sura­baya, dalam laga eksebisi melawan Pela­tda PON Jabar di Bandung, Supardi tak pernah sekalipun diduetkan bersama pemain 19 tahun itu.

Namun, saat tampil berduet untuk pertama kali, Pardi langsung memiliki kesan khusus yang baik bersama pemain jebolan Persib Diklat itu.

“Kemarin pernah kita main sparing dia main di kiri. Uji coba kemarin juga saya main di kiri duet sama Atep, dihadapin di pertandingan resmi langsung duet, tapi eng­gak apa-apa, bagi aku enggak masalah sia­papun yang ada di depan,” beber pemain 32 tahun itu.

Lebih lan­jut Supardi tetap akan menjalin in­tensitas komunikasi bersama Bow (sapaan akr­ab Febri). Arahan yang tak berlebi­han dibutuhkan, supaya memiliki kemistri baik dan adaptasi yang cepat.

“Ini berkaitan dengan anak muda, yang istilahnya baru bergabung sama kita jadi haris banyak ngobrol sama Febri nya. Ngasih tau simpel Febri nan­ti kita main gini, febri kita antisipasi lawan kaya gini pokonya kita usahain,” ucapnya.

“Kaya contoh kemarin. ketika ia dipasang di depan saya, saya langsung panggil Febri di ruang ganti, saya komu­nikasi ke Febri, kita main kaya gini ya nanti,” tambahnya.

(Imam/net)