cisadaneBOGOR, TODAY – Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) memastikan proyek normalisasi Sungai Cisadane dimulai pada 2016. Pasalnya, longsor kerap terjadi di sungai itu.

“Dari hasil studi, kurang lebih ada 26 kilometer yang harus kita lakukan normalisasi,” ujar T Iskandar kepada wartawan, Rabu (18/11/2015).

Menurutnya, proyek dimulai pada 5 kilometer pertama yang masih dicari lokasi sebagai prioritas karena letaknya berbatasan antara Kabupaten dan Kota Tangerang.

Baca Juga :  Tingkatkan Etos Kerja, Perumda PPJ Rotasi Pejabat Strukural

“Model normalisasi ini sama dengan yang ada di Ciliwung, yaitu membangun turap beton atau sheet pile di dinding sungai dan mengeruk kedalamannya hingga satu atau dua meter,” tukasnya.

Ia melanjutkan, proyek normalisasi Cisadane ini leb­ih mudah dibandingkan dengan Ciliwung karena di bibir sungai tidak terlalu padat penduduk.

Pemda Tangerang pun telah menyampaikan sudah tersedia 3 km lahan yang telah ditertibkan sehubungan dengan penormalan ini.

Baca Juga :  Perempuan di Bogor Akhiri Hidup Dengan Kain Sprei

“Urgensinya sama dengan Ciliwung, tapi ini sedikit berbeda dengan Cisadane karena banyak daerah yang longsor dan memberikan garis sempadan yang per­manen di tengah perkotaan. Jadi urgensinya banyak lim­pasan, longsoran,” kata Iskandar.

Proyek normalisasi Sungai Cisadane ini diperkirakan akan menghabiskan anggaran Rp 250 miliar. Target pencapaian proyek ini diperkirakan selesai pada 2017.

(Yuska/Net)