alfian mujani 240PERSAUDARAAN dan persahabatan itu, secara sunnatullah itu berbasis pada rasa cinta dan ketulusan. Tetapi kemudian ada kepentingan dan napsu menyelinap di dalam persaudaraan dan pesahabatan itu.

Kepentingan dan nafsu cenderung disetiri setan untuk saling mencurigai, saling mengalahkan, saling menyakiti, dan untuk saling bermu­suhan. Banyaknya wajah cemberut, wajah pelit senyum, adalah bukti kemenangan partai setan dan kekalahan partai cinta.

Karena berebut jabatan dan kedudukan, hilanglah senyum dan lenyaplah riang. Para alim dahulu, selalu mundur teratur ketika di­tawari jabatan. Mereka selalu berebut maju ketika ditawari tugas. Nah, kalau para alim penjaga moral saja sudah berebut kekua­saan, bagaimana dengan orang seperti kita yang berlumur dosa?