Untitled-3Bagi pencinta kuliner mungkin tidak asing lagi dengan masakan mie. Namun di Cafe & Resto Kota Hoedjan ini, mie yang biasa kita makan sedikit berbeda. Mie KoHoe singkatan dari Mie Kota Hoedjan ditambah daging iga dengan kuah santan.

Oleh : Ali Mutaqin
[email protected]

Ide awal dari keinginan orang tua saya melaku­kan ekspansi ke Bogor,’’ jelas Musa Bandi, Owner Kafe&Resto Kota Hoedjan, kepada Bogor Today, Rabu (25/11/2015).

Sebelumnya, keluarga Musa sudah memiliki us­aha yang mapan di Menado, yakni ‘Kedai Dede’. Nama ini’ diambil dari nama ibunya. Menu andalan di Kedai Dede adalah sop buntut dan soto.

Sementara di Cafe&Resto Kota Hoedjan, juga menawarkan menu yang sama dengan kedai di Mana­do dan ditambah menu-menu lain. Dari sekian banyak menu, ternyata yang paling diminati adalah Mie Kohoe. ‘’Padahal menu ini gak sengaja kita bikin, pas detik-detik mau buka,’’ katanya.

Baca Juga :  Merawat Tradisi Membuat Dandang Nasi

Pria kelahiran Bogor 11 November 1984 ini juga menjelaskan, perbedaan dengan cafe lain, terletak pada konsepnya. Di cafe milik Musa ini lebih menonjolkan interior yang sederhana dengan tujuan menarik para tamu, disajikan juga full musik.

“Kita ingin memberikan tempat yang nyaman dan santai. Ya kesan yang berbeda. Selain itu juga ingin memperkenalkan kepada tamu kalau kafe ini bukan hanya sekedar tempat makan atau nongkrong anak muda, tetapi bisa untuk acara ngumpul bareng seperti reunian sekolah, untuk ibu-ibu arisan bahkan untuk rapat kantor,” katanya.

Pada saat weekend, yakni Sabtu dan Minggu Cafe&Resto Kota Hoedjan selalu ramai pengunjung. ‘’Minggu kemarin saja lantai atas dipakai buat reunian dengan iringan organ tunggal,’’ katanya.

Musa tak ingin para pelanggannya kecewa setelah makan, membayar dan keluar restoran. ‘’Kami tak mau konsumen membayar harga makanan mahal terus ke­cewa. Nah soal harga, di kita seperti roti bakar ngikutin harga warung tenda,’’ katanya.

Baca Juga :  Merawat Tradisi Membuat Dandang Nasi

Kafe yang baru berdiri satu bulan lalu, tepat­nya pada 26 Oktober 2015, dengan modal awal Rp 200 juta siap bersaing meramaikan kuliner di Kota Bogor.

Pada awal-awal buka, pengunjung kafe ini bisa di­hitung jari. Tetapi makin hari makin ramai. Sekarang pengunjung datang silih berganti. Para pelanggan baru mendengan cerita dari mulut ke mulut tentang menu unggulan di kafe ini.

Selain menu yang disesuaikan dengan target pengun­jung, harga yang ditawarkan kafe yang berlokasi di Jalan Panduraya no 63, Tegal Gundil Bogor ini, buka dari jam 10.00 – 22.00 WIB. Masalah harga juga menyesuaikan kantong remaja pada umumnya. Harga menu yang dita­warkan berkisar Rp 8.000 sampai Rp 30.000.


15 KOMENTAR

  1. Mantap bangeet deh.. bukan tempat aja yang nyaman, tapi makanannya jg enak2 dan harganya pas di kantong.

  2. Kota Hoedjan.. Rasa deras.. Harga gerimis..
    Konsep tempat nyaman dengan pelayanan yang memuaskan..

  3. Awalnya penasaran, mungkin cuma gw customer non reporter yg bs liat proses masak sampai siap dihidangkan… bersih dan sehat!, harga pas dikantong.. !.. kopinya nya itu loh yg bikin jedaarrr!!

  4. Kota Hoedjan….ummm every i heard this place i feel like wanna come back there and eat more and more 🙂 last time i try the NASI TIMBEL and the taste so nyum nyum. So guys, try to come and eat at Kota Hoedjan and you will know what the best from there.
    Success for Kota Hoedjan…
    I will come back soon 🙂
    For sure.

Comments are closed.