Dilarang Panen Ikan di Pantai Ancol

Sri juga menyebutkan, Teluk Jakar­ta sudah terdegradasi alias mengalami penurunan mutu. Untuk mengatasi ini, masyarakat diminta untuk mengurangi pasokan limbah. Sebab limbah mem­buat kualitas air buruk sehingga ter­jadi blooming algae (ledakan populasi ganggang).

Di tempat yang sama, Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta Junaedi menga­takan, ke depannya pihaknya akan memperbanyak Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). IPAL akan ditambah 5. “Karena cuma ada satu di Setiabudi. Jadi air yang mengalir ke laut jadi lebih bersih,” ucap Junaedi.

BACA JUGA :  Bahas Tata Kelola Lobster, MKI dan IPB University Desak Regulasi Berbasis Sains dan Inklusif

BPLHD DKI dan pihak terkait juga telah mengambil 3 sampel air untuk meneliti penyebab kematian ikan di Ancol. Hasilnya akan diketahui sem­inggu lagi. Puslabfor dari Polda Metro Jaya Anung mengatakan, pihaknya masih meneliti keberadaan logam be­rat pada kasus kematian ikan tersebut. Bila ada dugaan pelanggaran, maka pihaknya akan bertindak. “Kalau me­mang ada dugaan ke arah limbah be­rat atau pidana di situ kita tidak akan tinggal diam. Banyak hipotesis yang harus dibuktikan dengan ilmiah,” kata Anang. (net | Intennadya)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================