20151130_110119Kalau Anda penggemar ayam bakar, datanglah ke Pasar Ber­sih Sentul City. Dan, singgah di Kedai Ayam Bakar Obheng, milik H. Bambang Aprilianto. Dijamin ketagihan.

‘’Orang bilang yang nagih sambalnya, selain ayamnya memang kita olah dengan resep keluarga, ya masakan ruma­han,’’ ujar Bambang Aprilianto kepada Bgor Today, di Pasar Bersih Sentul City, Kabupaten Bogor, Senin (30/11/2015) siang.

Nama Ayam Bakar Obheng sendiri di­ambil dari nama panggilan akrab H. Bam­bang Aprilianto. Pada saat sekolah dan di lingkungan pergaulannya dulu di kawasan Bintaro Jaya, Babang biasa dipanggil Ob­heng. Hingga kini nama tersebut tetap di­gunakan dan dijadikan merek dagang pada usaha kuliner ayam bakar.

Pria yang sepanjang karirnya bekerja di bidang marketing sejumlah perusahaan terkemuka di Jakarta, akhirnya kepincut untuk membuka usaha kuliner lagi. ‘’Dulu, saya memang pernah buka usaha ayam bakar Obheng di Bintaro Jaya Sektor 7, tapi kemudian berhenti karena membuka usaha fitnes bersama saudara di Pondok Indah,’’ tutur Bambang mengisahkan per­jalanan usahanya.

Baca Juga :  Kreasi Ditengah Pandemi, Patriot Desa Latih Emak-emak Rengasjajar

Usaha tersebut kemudian bangkrut karena dicurangi direktur keuangan yang mereka percaya. Bambang kembali beker­ja sebagai profesional di bidang marketing. ‘’Delapan tahun lalu saya pindah ke Sentul City karena jenuh dengan kehidupan di Jakarta yang kian hari kian macet dan semeraut,’’ katanya.

Nah, di Sentul City ini Bam­bang melihat banyak peluang usaha yang bisa ditekuni, teru­tama usaha kuliner. Sebulan lalu, Bambang bersama warga Sentul City lainnya mendapat tawaran menarik dari pengelola Pasar Bersih Sentul City untuk membuka usaha. Mereka dibebaskan dari kewajiban sewa lapak hingga akhir Desember.

Baca Juga :  Kreasi Ditengah Pandemi, Patriot Desa Latih Emak-emak Rengasjajar

‘’Karena ada tawaran menarik, istri saya ikut membuka usaha burger, teta­pi kurang laku. Saya bilang sama istri, bagaimana kalau kita buka ayam bakar lagi. Alhamdulillah istri setuju,’’ ujar ayah dua anak ini, ‘’Penjualannya luma­yan sudah bisa 40-50 porsi ayam bakar setiap hari,’’ tambah Bambang.

Harga perorsi leng­kap dengan lalapan, sambal, nasi dan air mineral dibandrol Rp 17.000 untuk ayam boiler dan Rp 20.000 untuk ayam pejantan. Selain harganya terjangkau, ayam bakar Obheng memiliki rasa yang sangat lezat, bum­bunya sangat terasa, daging ayamnya san­gat segar dan tidak bau obat. ‘’Saya pilih ayam hidup, lalu dipotong dan lang­sung diolah,’’ pung­kas Bambang.

(Alfian Mujani)