ikan-asin-barani-(1)Bila berkunjung ke Pasar Bersih Sen­tul City, dan masuk melalui pintu Barat 1, maka akan langsung mencium aroma khas ikan asin. Inilah lapak ikan asin milik Ema Sibarani, wanita asal Medan, Sumatra Utara. Ema menawarkan berbagai macam produk ikan asing ker­ing yang tentu saja segar dan kwalitasnya bagus.

Ibu dua anak ini sudah berda­gang di Pasar Bersih Sentul se­jak 31 Mei 2015. Ema berdagang dengan alasan untuk mem­bantu perekonomian keluarga, karena sebelumnya hanya sang suami yang bekerja. Ema send­iri hanya menjaga kedua anaknya. “Setelah saya rasa anak-anak sudah cukup dewasa, maka saya memu­tuskan untuk berdagang. Kan anak-anak juga sudah bisa menjaga dirin­ya sendiri,” jelas Ema kepada Bogor Today, Kamis (3/12/2015).

Di Pasar Bersih Sentul City, Kabu­paten Bogor, Ema menjual berbagai macam jenis ikan asin, mulai dari ikan bulu ayam, cumi basah, bapas­an, teri medan, dan lain-lain. Harga yang ditawarkan Ema pun tidak jauh berbeda dengan harga di pasar-pas­ar lainnya.

Dalam sehari, Ema dapat men­jual hingga 10 Kg ikan asin. “Total dari semua macam ikan asin bisa sampai 10 Kg,’’ katanya. Ikan asin yang dijajakan Ema sehari-harinya adalah ikan asin berkualitas bagus dan fresh. Karena, menurutnya, konsumen di sini cerdas-cerdas dan tidak akan mau membeli produk yang tidak fresh.

Selain menjual ikan asin, Ema juga punya lapak yang menjual berbagai macam sembako di lapak yang tak jauh dari lapak ikan asinnya. Dibantu dua karyawan, wanita 40 tahun ini membuka lapak dagangannya dari pagi hingga sore. “Kita buka pagi sam­pai jam sembilan malam,’’ tutur Ema.

Ema mengetahui tentang Pasar Bersih Sentul City ini dari teman-temannya. Setelah survei Ema pun memutuskan untuk membuka us­aha di sini. “Di sini enak, nyaman, bersih, bagus, dan strategis,” jelas Ema, ‘’Kedepannya lokasi Pasar Ber­sih Sentul City ini akan ramai oleh pengunjung,’’ tambah Ema.

Karena optimis, Ema juga menye­wa 3 lapak yang dijadikan satu seka­ligus. “Biar bisa menampung semua ikan asin, karenakan banyak pilihan yang kita tawarkan,” tandas Ema.

(Muhammad Rizal Oktavian)