Ribuan Pohon Ditanam di Kawasan Ciliwung

kali-ciliwungBOGOR, TODAY – Komunitas Peduli Ciliwung dan Kelompok Tani SEHATI bekerjasama den­gan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BAPEDAS) Citaru- Ciliwung menanam ribuan po­hon di Desa Cipayung Girang, Ke­camatan Megamendung, Sabtu (9/1/2016).

Menanam pohon diatas lahan seluas 45 hektare ini bertujuan menahan air dari hulu Ciliwung saat debit air meningkat agar ti­dak langsung mengalir ke Sungai Ciliwung.

Anggota Komunitas Pecinta Ciliwung Pos Bendung Katulam­pa, Andi Sudirman mengatakan, penanaman ini merupakan rang­kaian kegiatan penghijauan yang dilakukan komunitasnya. “Keg­iatan ini kita lakukan secara kes­inambungan. Kita juga pernah lakukan penghijauan di daerah Hulu Sungai Ciliwung dan di Te­laga Warna,” katanya.

BACA JUGA :  Mitsubishi Siapkan Generasi Baru Xpander, Masuk Daftar 13 Model yang Akan Diluncurkan Hingga 2030

Andi menambahkan, peng­hijauan ini juga bertujuan untuk langkah menghadapi musim hujan agar air dari ka­wasan hulu Ciliwung dapat ter­tahan. Sebab, jika air dari hulu langsung mengalir ke Sungai Ciliwung debit air meningkat yang bisa menimbulkan banjir di DAS Ciliwung.

“Mumping Bendung Katulam­pa sedang kondisi aman, seka­rang kita lakuakn penghijauan di area hulu Cilliwung. Nantinya akan sangat berpengaruh terha­dap debit air di Katulampa khu­susnya saat memasuki musim penghujan seperti sekarang,” tambahnya.

Sementara itu, petugas BP­DAS Ciatrum-Ciliwung, Aryo Budiantoro mengatakan ada 21 titik kelompok usaha tani yang berada di kawasan Cisarua dan Megamendung untuk member­dayakan petani sekitar.

BACA JUGA :  Peringati HJB 544, Pengcab IMI Kabupaten Bogor Ajak Ratusan Peserta Telusuri Jejak Ipik Gandamana

“Semuanya merupakan bi­naan kami, jadi tak hanya kita bina soal produksi tani saja, tapi juga soal pengelolaan airnya juga,” tuturnya.

Para kelompok tani terse­but juga diajarkan bagaimana cara mengelola air sekitar lah­an tersebut agar air tidak lang­sung mengalir ke Sungai Cili­wung. “Kami bina juga untuk membuat Saluran Pembuan­gan Air (SPA), atau membuat DAM kecil untuk menahan aliran air agar tidak langsung mengalir ke Sungai,” jelasnya.

(Yuska Apitya)

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================