Ia berharap, dua partai itu bisa mengerti pentingnya proses pengisian kekosongan kursi F2.
Menurutnya, Bupati Nurhayanti harus dibantu dalam menjalankan roda pemerÂintahan. Terulangnya Sisa Lebih PembiÂayaan Anggaran (SiLPA) dalam dua tahun terakhir menjadi alasan Hendrayana.
“Artinya banyak dana yang tidak terserap dan banyak kegiatan pembanguÂnan yang tidak berjalan optimal,†tandas pria yang juga Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bogor itu.
Beberapa elit politik yang sebelumnya semÂpat mencuat menjadi bakal calon wabup, seperti, Ade MunaÂwaroh Yanwar (PPP), Momon Permono (Demokrat), Endang Kosasih (PPP), Iwan Setiawan (Gerindra), Wasto Sumarno (PKS), Hidayat Royani (Golkar) dan PerÂmadi Adjid (PAN).
Seiring berjalannya waktu, dari sekiÂan banyak itu, mulai mengerucut ke tiga nama, yakni Ade Munawaroh Yanwar, Momon Permono dan Endang Kosasih. Koalisi Kerahmatan sendiri terdiri atas PPP, Golkar, PKS, Gerindra, PAN, PKP, Nasdem, Hanura dan PKB.
(Rishad Noviansyah)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















