Hari ini, Koalisi Kerahmatan Bahas Wabup

Ia berharap, dua partai itu bisa mengerti pentingnya proses pengisian kekosongan kursi F2.

Menurutnya, Bupati Nurhayanti harus dibantu dalam menjalankan roda pemer­intahan. Terulangnya Sisa Lebih Pembi­ayaan Anggaran (SiLPA) dalam dua tahun terakhir menjadi alasan Hendrayana.

“Artinya banyak dana yang tidak terserap dan banyak kegiatan pembangu­nan yang tidak berjalan optimal,” tandas pria yang juga Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bogor itu.

BACA JUGA :  Hilang Kendali, Truk Boks Hantam Tiang dan Motor di Bogor

Beberapa elit politik yang sebelumnya sem­pat mencuat menjadi bakal calon wabup, seperti, Ade Muna­waroh Yanwar (PPP), Momon Permono (Demokrat), Endang Kosasih (PPP), Iwan Setiawan (Gerindra), Wasto Sumarno (PKS), Hidayat Royani (Golkar) dan Per­madi Adjid (PAN).

BACA JUGA :  Pembebasan Lahan Jalan Rancabungur-Leuwiliang Butuh Anggaran Rp50 Miliar

Seiring berjalannya waktu, dari seki­an banyak itu, mulai mengerucut ke tiga nama, yakni Ade Munawaroh Yanwar, Momon Permono dan Endang Kosasih. Koalisi Kerahmatan sendiri terdiri atas PPP, Golkar, PKS, Gerindra, PAN, PKP, Nasdem, Hanura dan PKB.

(Rishad Noviansyah)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================