486907_04263701112015_bumnMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menargetkan margin keuntungan bank pada 4 bank BUMN bisa ditekan hingga 3%.

Oleh : Alfian Mujani
[email protected]

Salah satu upayanya yaitu dengan membentuk holding company untuk menaungi empat bank tersebut. Rini menyebut, saat ini margin bunga di bank BUMN ada di kisaran 7-8%

“Kita akan berupaya bagaimana aktivitas atau operasional dari bank BUMN, salah satunya adalah mendorong supaya punya ATM bersama. Itu akan memberikan efisiensi yang sangat besar. Cost-nya akan jauh menurun. Yang kedua yang akan kita efisiensikan untuk kita menggunakan sistem IT bersama, sehingga 4 bank BUMN ini mempunyai sistem yang sama sehingga cost bisa turun,” ujar Rini saat ditemui di Hotel Grand Panghegar, Jumat (19/2/2016).

BACA JUGA :  Pria di Deli Serdang Ditemukan Tewas, Diduga Hanyut di Sungai Buaya

Ia menyatakan, target dalam 3 tahun ini bunga bank BUMN harus bisa turun sampai 3%. “Target kita dalam waktu 3 tahun ini harus turun. Bukan 4% malahan target saya sampai 3%,” katanya.

Soal adanya keinginan bank-bank BUMN un­tuk mendapatkan insentif, Rini menyatakan ma­sih memikirkan insentif yang pas.

“Memang mereka mengatakan, tapi kalau kita harus menurunkan biaya, menekankan efisiensi, insentif apa. Terutama mengingat sekarang kom­petisinya terbuka. Dilihat dari capable structure kita, dibandingkan dari bank-bank asean yang lain. Kita masih sangat rendah,” tutur Rini.

BACA JUGA :  Pilu, Perempuan Dibakar Hidup-Hidup Eks Karyawan di Deliserdang, Begini Kondisinya

Bersama dengan OJK, Rini mengaku masih memikirkan insentif yang paling tepat untuk di­lakukan. Namun yang jelas merger belum men­jadi opsi.

“Yang akan kita lakukan, kita belum melaku­kan konsolidasi dalam arti merger perbankan tapi kita akan membuat satu holding compa­ny yang memiliki keempat bank ini tapi holding company ini memegang sistem ATM dan sistem IT-nya,” jelasnya.

Sampai saat ini kemungkinan Danareksa yang akan ditunjuk sebagai holding. “Sedang dibi­carakan tapi analisa kita saat sekarang adalah Danaresa sebagai holding,” sebut Rini. (dtc)

============================================================
============================================================
============================================================