1428901034BOGOR, TODAY – Sebanyak 32 seko­lah di Kota Bogor hari ini menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) atau yang disebut juga Com­puter Based Test (CBT). Sekolah yang menggelar UNBK diantaranya 15 SMA, 12 SMK, 1 MA, dan 4 SMP dari total keseluruhan 51 SMA, 96 SMK, 10 MA dan 119 SMP. Semua sekolah yang menggunakan sistem UNBK akan diberlakukan tiga shift.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor menyatakan, tahun ini, ada pening­katan jumlah sekolah yang menggunakan sistem UNBK, jika dibandingkan ta­hun lalu. Melihat progres sekolah, Kepala Disdik Edgar Suratman juga semakin op­timis satu sampai dua tahun ke de­pan semua sekolah di Kota Bogor su­dah bisa UNBK. Edgar menegaskan, penerapan sistem UNBK ini akan sukses, apalagi sudah dilakukan tryout dua kali pada bulan ini dan terakhir berlangsung pada 21 Maret mendatang. Tidak ada kendala dalam pilot project tryout per­tama. Semua pihak sudah mengantisi­pasi server yang dikhawatirkan berma­salah pada saat hari H.

Selain itu, pada proses ujian nanti akan dibuat tiga shift. Hal ini dilakukan sesuai jumlah komputer yang tersedia dengan jumlah siswa yang ada.

“Target kita satu sampai dua ta­hun mendatang semua sudah bisa ikut UNBK, minimal SD juga sudah bisa ikut juga. Sekarang SD belum ada yang ikut sistem UNBK. SMA Negeri sudah ikut semua, tahun lalu kan tidak ada,” ung­kap Edgar, Minggu (3/4/2016).

Baca Juga :  Perumda Tirta Pakuan Lakukan Sosialisasi Pemasangan Baru dan Edukasi Air Bersih

Sejauh ini, sambung Edgar, tidak ada kendala dalam persiapan UNBK. Hanya saja, ada beberapa orangtua yang masih khawatir dengan UNBK nan­ti. “Beberapa orangtua yang khawatir takut ada trouble server atau listrik yang padam. Masih wajar ko, sebab ini memang pilot project, tetapi InsyaAl­lah tidak ada masalah nantinya,sebab kemampuan UNBK di Kota Bogor ini sudah terukur,” terang dia.

Ia juga mengatakan, bahwa persia­pan UNBK di setiap sekolah sebelum menghadapi UNBK ini sudah dilakukan secara matang mulai dari sarana dan prasarana penunjang yakni perangkat komputer, listrik, genset, pemadam kebakaran, internet hingga materinya bahan ajarnya sesuai dengan Standar Kelulusan (SKL). “Semua sudah diper­siapkan, baik itu perangkat softwarenya dan hardwarenya. Selain mengimbau sekolah untuk menyediakan genset, kami juga mencoba berkoordinasi den­gan Perusahaan Listrik Negara (PLN) Kota Bogor, untuk mengantisipasi ad­anya pemadaman listrik mendadak, karena melihat cuaca yang belakangan agak ekstrim,” urainya.

Baca Juga :  Ratusan Jemaat Kristiani HKBP Ressort Cibinong Rayakan HUT ke 50 Tahun

Jumlah siswa yang ikut UNBK sendiri jauh lebih banyak dibandingkan dengan siswa yang ikut ujian sistem paper. Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdik Kota Bogor, Jana Sugiana kepada BO­GOR TODAY, diantaranya jumlah siswa yang ikut ujian paper ada sekitar 2.557 siswa SMA, MA 685 siswa, SMK 7.498 siswa, SMP 15.358 siswa, MTS 3.397, Pa­ket C 1.363 dan Paket B 834. Sedangkan yang ikut UNBK sebanyak 4.099 siswa SMA, MA 388 siswa, SMK 3.999 siswa dan 500 siswa SMP.

“Jika dilihat dari jumlah siswa SMA yang ikut UNBK, jumlahnya jauh lebih banyak 50 persen dibandingkan pa­per. Artinya peningkatan UNBK tahun ini memang meningkat dengan jumlah yang signifikan,” urainya.

Jana kembali menjelaskan ada seki­tar 134 ruangan untuk UNBK SMA, 10 ruangan siswa MA, SMK 51 ruangan dan 16 untuk ruangan siswa SMP. “Nanti akan ada 268 pengawas SMA, 20 pen­gawas MA, 102 pengawas SMK dan 33 pengawas SMP. Diantaranya, satu orang guru pengawas dan dua orang penga­was yang sudah paham dengan IT yang akan membimbing siswa,” pungkasnya.

(Latifa Fitria)