Wajib Tayangkan Iklan Bahaya Rokok

Selain itu, kerugian juga disebabkan oleh biaya perawatan pe­nyakit akibat rokok yang mencapai Rp 1,85 triliun. Kerugian tersebut, belum termasuk jumlah uang Rp 138 triliun yang digunakan untuk mem­beli rokok per tahun.

“Selain kami desak stasiun TV, kami juga meminta KPI Pusat dan KPI Daerah untuk meminta dan mengawasi komitmen 10 TV untuk menayangkan iklan bahaya rokok sebagai salah satu bentuk nyata tang­gungjawab sosial mereka,” katanya, kemarin.

Lisda Sundari, Ketua Len­tera Anak Indonesia, berharap penayangan iklan bahaya rokok di TV yang dilakukan dapat memberi­kan kesadaran kepada khalayak, terutama anak dan remaja, agar bu­kan saja menyadari tentang dampak negatif rokok bagi kesehatan. Selain itu, dia juga berharap, iklan bahaya rokok bisa membuat masyarakat kri­tis terhadap iklan dan promosi rokok yang menyesatkan.

(Yuska Apitya)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================