
JAKARTA, TODAY – Dolar Amerika SeriÂkat (USD) kembali menguat terhadap ruÂpiah. Meskipun dibuka melemah, mata uang Paman Sam tersebut terus bergerak naik.
Berdasarkan data perdagangan ReÂuters, Senin (23/5/2016), USD Senin pagi dibuka melemah ke Rp 13.571 dibandÂingkan posisi pekan lalu di Rp 13.600. USD perlahan bergerak naik ke level Rp 13.586.
Mata uang Paman Sam tersebut semÂpat menyentuh level terendahnya pagi ini di Rp 13.570, namun tak berselang lama, USD langsung melesat ke level tertingginÂya di Rp 13.610. Hingga pukul 09.34 WIB, USD bertengger ke posisi Rp 13.607.
Akhir pekan lalu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menÂgatakan, penyebab utama penguatan doÂlar adalah keyakinan para petinggi bank sentral AS, yaitu Federal Reserve (The Fed), soal adanya kesempatan menaikkan suku bunga acuan pada Juni 2016.
Sementara itu, Samuel Sekuritas IndoÂnesia memprediksi kurs rupiah atas dolar Amerika Serikat pada perdagangan hari Senin masih berpotensi melemah.
“Tekanan pelemahan terhadap rupiah masih akan bertahan, walaupun penÂguatan dolar yang tidak lagi tajam bisa mengurangi ruang depresiasi rupiah,†kata Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Rangga Cipta dalam risetnya yang diteriÂma hari ini.
Dia mengatakan dolar masih naik. waÂlaupun laju penguatannya terus melamÂbat. Ekspektasi kenaikan Fed Fund Rate target di Juni 2016 masih menjadi doÂrongan yang utama.
Rangga mengatakan rupiah juga terÂtekan oleh pelemahan harga komoditas.
“Ketiadaan optimisme terhadap prosÂpek pertumbuhan ekonomi ditambah ketiÂdakpastian tax amnesty membuat daya tahan rupiah terhadap gejolak eksternal menjadi sangat berkurang dibanding seÂbelumnya,†kata Rangga.
(Winda/net)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















