2016Bekali Anak Perlindungan Diri

02o7V1oJqyBOGOR, Today – Menga­jarkan cara perlindungan diri pada anak bukan un­tuk sok-sokan, tapi ini bisa membantu mereka untuk menghindari kejahatan, misalnya pencabulan dan pemerkosaan.

Cara perlindungan diri antara lain dengan mem­bekali anak upaya perlawan­an, misalnya dengan menen­dang atau memukul alat vital orang yang berusaha me­megang bagian intim tubuh mereka.

Di Kenya, kelas bela diri atau self defense diklaim sukses turunkan angka perkosaan. Materinya tak hanya bela diri, tapi juga wa­wasan tentang penyebab dan efek dari kekerasan seksual.

Menurut peneliti, angka kekerasan seksual di ibukota Kenya, Nairobi, turun drastis hingga 38 persen setelah ke­las tersebut dimulai. Bahkan separuh dari 2.000 remaja perempuan yang ambil ba­gian dalam kelas tersebut dilaporkan menggunakan skill yang mereka pelajari untuk menghentikan 817 ka­sus kekerasan seksual di kota tersebut.

BACA JUGA :  Sering Kram Kaki? Waspadai 7 Penyakit Ini sebagai Penyebabnya

Perlindungan diri juga bukan melulu dengan bela diri, tapi juga cara untuk menghindarkan diri dari situasi yang rentan pen­cabulan. “Misalnya jangan jalan di tempat yang sepi. Untuk anak-anak memang sulit untuk mengajarinya maka dari itu disarankan orang tua tahu di mana po­sisi anak berada entah itu di rumah atau di luar rumah, orang tua harus memantau anaknya,” saran psikolog keluarga Anna Surti Ariani, MPsi.

Jika anak sudah mema­suki usia sekolah maupun beranjak remaja dan meng­gunakan angkutan umum, sambung perempuan yang akrab disapa Nina ini, sebai­knya jangan naik ke angku­tan jika si anak jadi satu-satu­nya penumpang perempuan. “Atau jangan berhenti di tem­pat yang tidak aman. Di usia segitu juga bisa diajarkan untuk melindungi diri,” tam­bah Nina.

BACA JUGA :  Kesehatan Pencernaan Anak Tak Boleh Diabaikan, Ini Tanda Saluran Cerna yang Sehat

Psikolog anak dan remaja dari RaQQi – Human Devel­opment & Learning Centre, Ratih Zulhaqqi, saat di­hubungi terpisah menam­bahkan upaya pertahanan diri pada anak antara lain dengan menolak jika diajak ke tempat-tempat sepi atau­pun yang rentan terjadinya pencabulan dan perkosaan. Orang tua juga bisa meman­tau teman-teman si anak, sehingga ikut mengetahui bagaimana karakter teman-teman yang biasa bergaul bersama anak.

“Mengajarkan self de­fense pada anak juga penting karena kan orang tua tidak bisa mengawasi anaknya terus-menerus,” ucap Ratih.

(Latifa/NET)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================