Di sisi lain, PT Bank ManÂdiri (Persero) Tbk menargetkan kredit ekspor bisa mencapai Rp 70 triliun sampai akhir tahun ini. Sebagai informasi, pembiayÂaan ekspor bank berkode saham BMRI ini lebih banyak mengguÂnakan skema pembiayaan trade finance, baik dalam bentuk LC maupun open account.
Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas menÂgatakan, sampai kuartal I-2016, transaksi trade finance Bank ManÂdiri tumbuh 144 persen menjadi Rp 22,11 triliun. Sebagai gambaÂran, pada kuartal I-2015, transaksi trade finance bank berlogo pita emas ini tercatat sebesar Rp 9,04 triliun.
“Untuk mencapai target itu, kami akan terus berinovasi di bidang solusi perdagangan, baik dari sisi pembiayaan langsung, penjaminan serta solusi supply chain financing,†ujar Rohan,
Selain itu, menurut Rohan, Bank Mandiri juga akan meÂmanfaatkan jaringan bank koreÂsponden yang kami miliki untuk memudahkan nasabah dalam bertransaksi internasional.
Berdasarkan data OJK, pada tiga bulan pertama 2016, realisasi penyaluran kredit ekspor sebeÂsar Rp 90,5 triliun. Nilai ini naik 25,63 persen dibandingkan kuarÂtal I-2015. Kualitas kredit ekspor juga mengalami perbaikan.
Tercatat NPL kredit ekspor pada Maret 2016 adalah 2,12 persen atau turun 118,73 bps seÂcara yoy. Penurunan NPL pada kuartal 1 2016 ini berbanding terÂbalik dengan kenaikan kredit berÂmasalah pada kuartal 1 2015 lalu sebesar 103,57 persen yoy atau 3,31 persen.
(Winda/net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















