Untitled-14 Dalam kunjungannya ke Iran, Men­teri ESDM Sudirman Said me­mimpin delegasi Indonesia ber­temu Menteri Perminyakan Iran Bejan N Zanganeh untuk membicarakan peningkatan kerja sama.

Pertemuan tersebut akhirnya meng­hasilkan kesepakatan antara PT Pertamina (Persero) dengan National Iranian Oil Com­pany (NIOC). Pertamina menandatangani kontrak impor Liquid Petroleum Gas (LPG) sebanyak 88.000 ton untuk tahun ini. Ta­hun depan, impor LPG dari Iran akan dit­ingkatkan sampai 500.000 ton.

“Ini merupakan kunjungan kami yang ketiga kalinya ke Iran. Saya gembira dari waktu ke waktu hubungan ekonomi dan bisnis antara Indonesia dan Iran semakin dekat dan meningkat. Hari ini ada tonggak baru penandatangan kerja sama pasokan LPG dari NIOC ke Pertamina. Kerja sama pasokan LPG dari NIOC ke Pertamina dis­epakati sebesar 88.000 ton untuk tahun 2016 dan akan meningkat menjadi 500.000 ton pada 2017,” ungkap Sudirman dalam keterangan tertulis, Senin (30/5/2016).

Baca Juga :  Harga Mie Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat, Ini Kata Mentan

Sementara itu, Direktur Utama PT Per­tamina (Persero), Dwi Soetjipto, mengung­kapkan bahwa pihaknya memang berminat untuk membeli minyak mentah (crude oil) dan LPG dari negeri para mullah itu karena harganya yang murah. “Supply LPG (dari Iran) relatif murah, crude bisa jadi kompeti­tor untuk (pemasok) yang lain. Itu tadi kita bahas, kita lanjutkan,” kata Dwi.

Baca Juga :  Harga Mie Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat, Ini Kata Mentan

Selain impor minyak dan LPG murah, Pertamina juga berminat menggarap ladang migas di Iran. Pencarian sumber-sumber minyak di luar negeri ini sangat penting untuk menjamin pasokan minyak di dalam negeri.

Menurut Dwi, kesempatan Per­tamina untuk mengelola blok mi­gas di Iran sangat terbuka lebar. Pertamina sudah ikut tender untuk mendapatkan blok migas di sana. “Kita sampaikan minat itu. Kita kan sekarang ikut tender, treatment-nya tender biasa, karena opportunity-nya cukup bagus,” pungkasnya.