
Konsturksi proyek ini akan dimulai pada kuartal 4/2016 dan ditargetkan rampung pada kuarÂtal 4/2018. Tiap unit memberiÂkan nuansa kehidupan seperti di rumah tapak. Lima menara pertama telah diluncurkan pada pertengahan Januari lalu dengan 177 unit hunian.
Theresa enggan mengungkapÂkan kapan dua proyek lainnya akan diluncurkan. Kondisi perÂekonomian yang belum sepenuhÂnya sesuai harapan dan juga situasi pasar properti yang masih relatif sulit menjadi alasan Intiland untuk lebih berhati-hati untuk meluncurkan proyek baru.
Meski begitu, dirinya menÂgaku salah satu proyek yang akan diluncurkan tersebut adalah proyek superblok Kebon Melati di kawasan pusat bisnis atau CBD Jakarta.
“Dua proyek lainnya kita masih akan melihat situasi dan kondisi, salah satunya Kebon MelÂati. Rencana kerjanya sih sudah ada, tetapi untuk disclose kapan diluncurkan, kita ingin lihat dulu pasarnya seperti apa,†katanya.
Meski begitu, dalam data paparan publik Intiland kuarÂtal I/2016, proyek Kebon Melati akan menempati lahan seluas total 3,2 hektar dan akan dikemÂbakan dalam dua fase. Proyek ini akan didukung oleh sarana transportasi MRT Jakarta.
Theresia mengungkapkan, konsep superblok merupakan salah satu strategi Intiland unÂtuk dapat menarik minat pasar di tengah persaingan properti yang kian sengit di Ibu Kota saat ini. Menurutnya, dengan konsep mix used, Intiland misalnya maÂsih dapat mempertahankan okuÂpansi yang cukup baik di proyek perkantoran South Quarter di Jl. TB Simatupang.
Dalam data yang sama, InÂtiland juga berencana menÂgambangkan superblok baru di Surabaya Barat bertajuk Darmo Harapan seluas 6,3 hektar. Bila berjalan sesuai rencana, konÂstruksi fase pertama berupa dua menara kondominium akan dimulai pada kuartal III/2016 setelah diluncurkan di semester pertama tahun ini. (bisnis)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















