_timthumb-project-codeBOGOR, TODAY-Sirkuit Inter­nasional Sentul, Bogor, Jawa Barat terancam gagal meng­gelar kejuaraan balap motor paling bergengsi di dunia yaitu MotoGP 2017 mengingat den­gan semakin dekatnya waktu pelaksanaan namun manaje­men Sentul belum melengkapi persyaratan yang dibutuhkan.

Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Gatot S Dewa Broto di Bogor, Kamis mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat ke­pada pengelola Sirkuit Inter­nasional Sentul yaitu Tinton Soeprapto untuk memastikan hal-hal yang harus dipenuhi.

“Jumat pekan lalu kami telah mengirimkan surat ke­pada Pak Tinton. Dalam surat tersebut kami tegasnya jika Sentul harus mengirimkan tiga mulai kesanggupan mer­eka menjadi tuan rumah. Kami tunggu hingga Jumat besok (2/6),” katanya di sela Sosial­isasi Program Dana Bantuan Pemerintah Untuk Pembangu­nan dan atau Rehabilitasi La­pangan Olahraga Desa 2016.

Baca Juga :  Wow! Capai Rp 6 Miliar Perputaran Uang Gelaran Danau Toba Rally 2022

Menurut dia, tiga hal yang diharapkan segara dipenuhi selain kesanggupan manaje­men Sentul mampu membiayai pelaksanaan sekitar Rp160 mil­iar dengan biaya sendiri adalah harus menyediakan dokumen tentang apa manfaat MotoGP bagi masyarakat.

Baca Juga :  Wow! Capai Rp 6 Miliar Perputaran Uang Gelaran Danau Toba Rally 2022

Dokumen yang tidak ka­lah penting harus disiapkan oleh manajemen Sirkuit Sentul dalam waktu dekat adalah darf MoU yang nantinya akan ditan­datangani pihak Kemenpora, Kementerian Pariwisata dan pihak Sentul. Jika semuanya di­penuhi, untuk sementara kami anggap cukup.

“Kesanggupan membiayai sendiri seperti yang dikatakan Pak Tinton sebelumnya harus ada hitam diatas putih. Itu har­us secepatnya dilakukan meng­ingat batas akhir dengan Dorna adalah 30 Juni. Jika lewat, Mo­toGP good bye,” katanya me­nambahkan.