
Ia mengatakan, bank sentral memprediksi inflasi 2016 sebeÂsar 4% plus-minus 1%. Inflasi Mei yang terkendali, kata Perry, masih mendukung hal tersebut.
“Pada akhir 2016 kami perkiÂrakan di kisaran 4%. Domestik tekanan inflasi dari sisi perminÂtaan naik, tapi bisa dipenuhi dari kapasitas produksi yang ada. EksÂpektasi inflasi juga terkendali. untuk mencapai sasaran itu, kami akan koordinasi dengan PemerÂintah Pusat dan Pemerintah DaeÂrah,†ujarnya.
Perry menambahkan, perekoÂnomian Indonesia saat ini masih dalam kondisi yang terjaga jika dibandingkan dengan situasi di 2015. “Berbagai perkembangan itu butuh koordinasi yang kuat, dalam kaitan ini BI melonggarkan kebijakan moneter melalui penurunan BI Rate 0,75% dan GWM 1,5%,†jelasnya.
Sampai akhir 2016 ini, BI memprediksi ekonomi Indonesia bisa tumbuh 5-5,4%. Proyeksi ini sejalan dengan usulan pemerintah dalam APBN-P 2016 sebesar 5,3%.
USD memang terus bergerak menguat terhadap rupiah. Mata uang Paman Sam itu nyaris menyenÂtuh level baru di Rp 13.700. Dalam sepekan ini, USD menguat terus. Namun, secara year to date (ytd), mata uang Paman Sam itu masih melemah terhadap rupiah sebesar 0,78%.(Yuska Apitya/dtk)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















