Oleh : Yuska Apitya
[email protected]
PEMERINTAH telah memberikan kewenangan kepada 3 BUMN untuk mengimpor daging sapi menjelang ramadan, diantaranya Perum Bulog dan PT Berdikari. Sedikitnya 4.000 ton daging impor disebar ke sejumlah pasar tradisional. Harganya dipatok Rp80 ribu per kilogram.
PT Berdikari mengaku terus memperluas saluran distriÂbusi daging murah sehingga masyarakat akan kian lebih mudah mengakses daging dengan harga Rp80.000 per kilogram.
Direktur Operasional dan PemaÂsaran PT Berdikari Alvin Purnadi menyampaikan operasi pasar telah dimulai pada pekan lalu.
Alvin menjelaskan berdasarkan izin impornya, perusahaan itu dituÂgaskan mengimpor 3.000 ton karkas sapi dan 2.000 ton daging potongan sekunder (secondary cut). Selain dari daging impor, operasi pasar pun meÂmanfaatkan stok perusahaan yang merupakan daging lokal.
“Operasi pasar kami tidak hanya menjual daging seharga Rp80.000 tetapi Berdikari juga menjual stok termasuk tulang iga, sop, buntut, jeroan, yang dibutuhkan masyaraÂkat dari sapi lokal yang kami poÂtong,†jelas Alvin di Jakarta, Minggu (5/6/2016).
Dia merincikan beberapa kota yang telah dilakukan OP yaitu JakarÂta, Bogor dan Bekasi, sedangkan OP diperluas melalui bazaar, penjualan di koperasi kementerian dan lembaÂga, dan penjualan di koperasi peruÂsahaan BUMN.
Pemerintah memastikan 27.400 ton daging sapi masuk selama bulan puasa hingga lebaran tahun ini baik yang diimpor melalui Perum BuÂlog, PT Berdikari, maupun importir swasta. Dalam rangka menjaga harÂga, Perum Bulog dan PT Berdikari mendapatkan penugasan impor dagÂing masing-masing 10.000 ton.
Presiden Joko Widodo sebelÂumnya mengatakan akan membuat harga komoditas pangan pada bulan puas atahun ini akan ‘jungkir balik’. Dia menetapkan harga daging dapat ditekan hingga Rp80.000 dan harÂga bawang merah dapat mencapai Rp25.000.
Sementara, Bulog telah mendapatkan rekomendasi untuk mengimpor 10.000 ton daging sapi beku, sekitar 1.800 ton sudah didisÂtribusikan. Dalam waktu dekat, seÂdikitnya 4.000 ton daging sapi beku impor akan kembali membanjiri pasar.
“Kita sudah rekomendasikan 10.000 ton daging impor, kemudian sudah didistrbusikan 1.800 ton dan diperkirakan dalam waktu dekat akan datang lagi 4.000 ton,†ujar Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat meninjau pasar murah di LapanÂgan Blok S, Jakarta Selatan, Minggu (5/6/2016).
Arman menjelaskan, dengan adanya daging sapi impor terseÂbut diharapkan harga daging akan semakin terjangkau. Menurut AmÂran, daging sapi bukan satu-satunya sumber protein. Ada adaging ayam yang juga memiliki protein lebih tinggi dan harganya lebih murah. “Nggak usah masalahkan daging sapi, itu proteinnya 22%, ayam 24%, jadi protein kita cukup, jadi (kalau harga daging sapi harus turun/murah) itu semua butuh wakÂtu, jangan maen sulap-sulapan, yang penting kita ubah struktur pasarya dulu, yang penting nawaitu,†ucap Amran.
Ketimbang harga daging sapi yang dijual di pedagang pasar yang saat ini dipatok seharga Rp 120.000- 140.000/kg, daging yang dijual Bulog di OP hanya Rp 80.000/kg, bahkan ada yang menjualnya dengan hanya Rp 75.000/kg, seperti yang dijual di pasar murah oleh Artha Graha Peduli (AGP).
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengungkapkan, kualitas daging bukan soal jenis dagÂing namun rasa setelah diolah, yang terpenting masyarakat bisa menikÂmati harga daging dengan harga terjangkau. “Saya jelaskan saja, kita butuh daging atau protein? Daging dengan jenis CL (kualitas rendah) dengan daging kualitas terbaik sama nggak proteinnya? Sama, proteinnya sama,†jelas Amran ditemui saat meÂninjau pasar murah di Lapangan Blok S, Jakarta Selatan, Minggu (5/6/2016).
Dia menuturkan, rasa daging lebÂih dipengaruhi cara penyajian atau memasaknya, sementara kualitas daging dianggap tak terlalu signifiÂkan.
“Cita rasa itu tergantung denÂgan istri Anda. Yang penting tangan yang masak punya siapa. Coba tanÂya ibu-ibu, yang penting bagaimana tangan yang mengolahnya,†ungkap Amran.
Sebagai informasi, daging impor beku yang bisa dijual di harga kisaÂran Rp 80.000/kg sendiri merupakÂan daging dari jenis secondary cut (potongan kedua), seperti CL 85 dan CL 95. Umumnya, daging sapi terseÂbut memiliki kandungan lemak 20% atau lebih pada dagingnya.(*)
Bagi Halaman
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















