
Sebagai contoh, Heri Cahyono merupakan tokoh yang menggembar-gemborkan hak interplasi di badan legisÂlatif pada kasus pemilihan Dirut PD Pasar Pakuan Jaya (PPJ). Meski pada akhirnya Heri abstain, namun Heri berbeda dengan sikap Partai Golkar yang meminta unÂtuk tidak menggunakan hak interplasi kepada Walikota.
Sementara Yus Ruswandi, sempat memaikan poliÂtik dua kaki, saat terjadi dualisme di ranah pusat. DiÂmana Yus Ruswandi, diam-diam hadir dalam undanÂgan DPW Jawa Barat ( Jabar) bentukan Agung Laksono.
Padahal, saat itu, sikap Partai Golkar Kota Bogor, jelas mendukung kubu Abu Rizal Bakri. “Dua kader memiliki rekam jejak yang sama. Kader yang memiliki kedekatan dengan kader akar rumput dan DPW, dipastikan akan keluar sebagai pemenang,†katanya.
Namun demikian, dunia politik sangatÂlah dinamis. “Hari ini A, belum tentu beÂsok akan A. Pembangunan komitmen politik kepada para kader, menjadi penting dalam hal ini,†singkatnya.
Perlu diketahui, Heri CahyoÂno merupakan anak emas Idrus Marham, Sekjen DPP Golkar. Ini adalah peluang besar Heri memÂperoleh arus dukungan dari DPP. Sementara Yus Ruswandi, dikÂabarkan telah mendapatkan reÂstu sejumlah PK (Pimpinan KecaÂmatan). Artinya, jika musda nanti memang hanya mempertemukan dua nama ini, sudah dipastikan, kontestasti akan berjalan seru. Akan sejauh mana Yus Ruswandi mampu melibas dominasi Heri yang disokong oleh Idrus MarÂham. Kita tunggu! (Patrick|Yuska)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















