Untitled-29SYDNEY, TODAY-Pasangan ganda putri terbaik Indonesia, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari akan kembali ber­aksi di lapangan. Menghadapi Australian Open Super Series 2016, Greysia/Nitya tak di­beri target khusus untuk hasil pertandingan oleh Eng Hian, pelatih ganda putri.

Keduanya hanya diminta untuk bisa mendapatkan feel pertandingan sebelum ke Olimpiade Rio 2016 men­datang.

“Persiapan minggu ini, Greysia/Nitya lebih kepa­da memantapkan segi non teknisnya. Setelah istirahat cukup lama dari Badminton Asia Championships kema­rin, momentum pertandingan keduanya sempat agak hilang. Ada keragu-raguan juga kare­na cedera Nitya kemarin. Kita coba maksimalkan di turna­men terakhir ini sebelum ke Olimpiade. Mudah-mudahan feel mereka di lapangannya bisa muncul. Saya tidak berbi­cara tentang hasil di sini,” kata Eng Hian.

Di Badminton Asia Cham­pionships 2016 lalu, Greysia/Nitya terhenti di babak semifi­nal. Setelah itu, Nitya mengal­ami cedera, hingga akhirnya Greysia berangkat sendiri memperkuat Tim Uber, Mei lalu di Kunshan, Tiongkok.

Minggu lalu, di BCA In­donesia Open Super Series Premier 2016, penampilan Greysia/Nitya berada di luar harapan. Sebagai salah satu andalan Indonesia, mereka hanya mampu bertahan hing­ga babak dua. Greysia/Nitya dikalahkan pasangan Malay­sia, Vivian Kah Mun Hoo/Khe Wei Woon, 17-21 dan 19-21.

Di Australian Open 2016 ini, Greysia/Nitya akan turun dengan rekannya di ganda putri, Della Destiara Haris/Ro­syita Eka Putri Sari. Di babak pertama, Della/Rosyita akan berhadapan dengan Bao Yix­in/Chen Qingchen, Tiongkok.

“Untuk Della/Rosyita saya harap bisa memberikan kes­tabilan di lapangan. Karena setelah Olimpiade kan nanti ada regenerasi, jangan sampai setelah ini kosong begitu saja. Mereka berdua dipersiapkan untuk itu,” kata Eng Hian. (Imam/net)

Bagi Halaman