Stack-Of-100-Dollar-bill-psd5131JAKARTA, TODAY – Dalam waktu tiga hari terakhir, rupiah menguat cukup drastis ter­hadap dolar Amerika Serikat (USD). USD dari yang sebelumnya bergerak pada level Rp 13.600, terus menurun hingga men­capai level terendahnya di Rp 13.210.

Menteri Keuangan Bambang Brod­jonegoro menilai, kondisi nilai tukar ma­sih sangat fluktuatif. Apalagi dalam posisi menjelang pengumuman suku bunga acu­an AS oleh Federal Reserve (The Fed).

Baca Juga :  Viral! Netizen Dibikin Iri Driver Ojol, Rayakan Ultah Bareng Istri Pakai Seragam SMA

“Itu akan fluktuatif tergantung bagaimana pengumuman dari The Fed,” ujarnya di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/6/2016).

Dalam Rancangan Anggaran Pendapa­tan dan Belanja Negara (RAPBN) Peruba­han 2016, pemerintah mematok USD pada level Rp 13.500. Lebih rendah dari yang sebelumnya Rp 13.900.

Baca Juga :  Petugas PPSU yang Aniaya hingga Tabrak Pacar di Kemang, Kini Dipecat dan Dipenjara

Ada dua faktor yang akan mempenga­ruhi pergerakan rupiah. Pertama adalah faktor global, seperti keputusan dari The Fed dan kedua faktor dalam negeri seperti repatriasi akibat kebijakan pengampunan pajak