Heri juga mengapresiasi, du­kungan politis yang mengalir ke­padanya. Ia akan berupaya men­jaga komitmen dan kepercayaan itu melalui kerja keras dan kerja cerdas. “Saya merasa bersyukur jika ada PK atau oraganisasi sayap PG yang mendukung saya. Tentu itu satu penghormatan. Yang ter­penting saat ini adalah bekerja. Karena hanya itu yang bisa mem­buat saya tidak memikirkan hal negatif yang ada di pihak lain,” tandasnya.

Pengamat Politik LIPI Jakarta Syafuan Rozi memprediksi, per­helatan Musda Golkar Kota Bogor bakal diwarnai persaingan tak sehat. Bakal calon (Balon) Ketua bakal saling sikut untuk men­jatuhkan balon lainnya.

BACA JUGA :  Polisi Tangkap Pelaku Tawuran di Bogor, Bacok Pengendara Lain

Prediksinya itu didasari dari prilaku sejumlah elit politik yang berambisi untuk merai kekua­saan.

“Persaingan akan diwarnai oleh usaha-usaha penjegalan atau lebih umum dikenal sebagai black campaign atau negatif cam­paign,” sebutnya saat dihubungi Pewarta Bogor Today.

Dalam Munaslub Golkar be­berapa waktu lalu, Black Cam­paign juga mewarnai perhelatan tersebut. Dimana beberapa calon saling serang secara politik pada balon lainnya.

Syafuan pun mencontohkan, Ade Komarudin (Akom) sempat diserang isu-isu negatif. Mulai dari kepemilikan jet pribadi yang disebut-sebut sebagai grativikasi sampai surat perjanjian antara Aburizal Bakrie dan Akom, yang berisi Akom boleh jadi Ketua DPRD tetapi tidak boleh jadi Ket­ua DPRD. Namun hingga kini, isu tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.

BACA JUGA :  Awas! Ternyata Ini 5 Sayuran Yang Megandung Tinggi Gula

Hal itu juga terjadi pada Balon lainnya, seperti Setya Novanto. “Di daerah, saya meyakini bila usaha-usaha penjegalan antar balon bakal terjadi dalam per­helatan kursi Ketua DPD Golkar Kota Bogor,” terangnya.

Usaha penjegalan yang di­maksudnya itu, bisa berupa sindiran, ledekan, perang urat saraf (psywar), dan isu politik uang. “Menginggat, isu politik uang bukanlah barang baru dalam dunia politik,” singkat­nya.(Patrick|Yuska)

Halaman:
« 1 2 » Semua
============================================================
============================================================
============================================================