Untitled-11CIBINONG, TODAY– DPRD Kabupaten Bogor batal mengesahkan Rancangan Per­aturan Daerah (Raperda) Ke­sejahteraan Sosial. Tudingan para wakil rakyat tidak pro rakyat pun bergaung di se­antero Bumi Tegar Beriman.

Namun, hal itu diban­tah Wakil Ketua DPRD, Ade Munawaroh Yanwar (AMY). Politisi PPP itu pun berkilah minimnya kehadiran para legislatif saat hendak meng­gelar paripurna bukan lanta­ran mereka tak pro rakyat. Namun karena ada kesibukan dan tugas lain.

“Waktu itu dipending kare­na kehadiran peserta paripur­na tidak memenuhi forum. Tapi anggota saya semua ma­suk semua, hanya satu yang izin karena haul orang tuanya. Memang sih hampir semua fraksi anggotanya tidak leng­kap,” tukasnya.

BACA JUGA :  Kota Bogor Deklarasi Geber Si JUMO dan Jamilah

Pantauan Bogor Today, Ge­dung DPRD Kabupaten Bogor, kerap kali tampak sepi. Hanya ada sekuriti dan staf Sekre­tariat DPRD yang sering sibuk mondar-mandir. Padahal, para wakil rakyat telah memi­liki ruang masing-masing yang cukup nyaman.

“Sepi itu bukan berarti ti­dak kerja. Kan tugas dewan mah bukan di kantor saja. Ada keluar menemui konstituen dan lainnya,” tukas AMY.

Sekretaris Komisi IV, Eghi Gu­nadhi Wibhawa pun mengung­kapkan pendingnya pengesahan Raperda Kesejahteraan Sosial bukan karena disengaja. Namun, komisi Eghi, yang merupakan leading sector raperda itu men­gaku akan segera menjadwal ulang paripurna.

BACA JUGA :  Bertepatan dengan Hari Kabangkitan Nasional ke-116, Pj. Bupati Bogor : Kampung Ciguha Kini Sudah Merdeka Sinyal

“Pada waktu bersamaan, ada beberapa agenda juga. Jadi tidak bisa hadir. Tapi, kami akan jadwal ulang kok karena perda ini penting yang bisa menguatkan peran Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Dinsosnaker­trans),” tegas politisi PDIP itu.

Selain itu, kata dia, untuk penanganan kemiskinan juga ada penambahan anggaran yang disediakan pemerintah untuk mengatasi permasalah­an tersebut. “Ada juga tempat pelayanan terpadu untuk me­layani kemiskinan sehingga tak ada warga yang akan di ping-pong, jika ada kekuran­gan berkas terhadap pelaya­nanan,” pungkasnya. (Rishad Noviansyah)

Bagi Halaman
============================================================
============================================================
============================================================