
Menurut Direktur Utama PD Dharma Jaya Marina Ratna Dwi Kusumajati, impor daging sapi Australia ini akan terus dilakukan hingga 29 Juni mendatang. ImÂpor dilakukan sesuai kebutuhan daging di ibukota menjelang Idul Fitri nanti.
Ia menyebutkan, impor dagÂing sapi dilakukan secara berÂtahap mulai Selasa (14/6/2016), lalu tanggal 15, 17, 22, 26, dan 29 Juni. “Khusus tanggal 22 Juni kita datangkan empat kontainer berisi 80 ton. Di luar itu kita datangkan masing-masing dua kontainer atau 40 ton,†ujar MaÂrina, Senin (13/6/2016).
Impor secara kesinambunÂgan seperti ini dilakukan agar mendapatkan daging murah. Menurutnya, jika impor dilakuÂkan setiap tri wulan maka akan mendapatkan harga yang sangat mahal. Harga daging pada operaÂsi pasar (OP) ini jauh lebih murah dibanding harga pasaran, yakni untuk paha depan Rp85 ribu per kilogram, paha belakang Rp89 ribu per kilogram, dan daging sapi FQ atau berlemak Rp77 ribu per kilogram.
Terkait penambahan impor daging ini, Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) meÂlihat intervensi pengendalian harga daging sapi yang dilakukan pemerintah dengan membuka keran impor merupakan bentuk cari untung.
Ketua Bidang Ekspor Impor APDI Asnawi mengatakan, bila ditanyakan apakah harga daging sapi bisa Rp80.000 per kg secara logika memang bisa. Pasalnya, harga Rp80.000 per kg adalah harga pemerintah dengan cara impor daging sapi beku.
(Yuska Apitya Aji)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














