
WASHINGTON TODAY– DirekÂtur Badan Intelijen Pusat AmeriÂka Serikat, CIA, John Brennan mengakui bahwa perang AS dan koalisi melawan ISIS telah gagal mengurangi kemampuan terorÂisme kelompok teroris itu. BahÂkan diingatkan Brennan, ISIS tengah merencanakan serangan-serangan berikutnya di Barat.
Kepada Komisi Intelijen Senat AS seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (17/6/2016), Brennan mengatakan bahwa ISIS terus bergerak maju meskipÂun kehilangan sejumlah wilayah di Irak dan Suriah yang sempat dikuasainya.
Diakui Brennan, upaya-upaya koalisi internasional yang dipimpin AS “tidak mengurangi kemampuan terorisme kelomÂpok tersebut dan jangkauan globalnya.†“Gelombang seranÂgan yang terus-menerus di BaghÂdad (Irak) dan Damaskus (SuriÂah), menunjukkan kemampuan kelompok itu untuk menembus jauh masuk ke dalam basis-basis musuh,†tutur Brennan.
Sejak September 2014, AS dan sekutunya termasuk negaÂra-negara Arab, melancarkan serangan-serangan udara terÂhadap ISIS di Suriah dan Irak. Sejumlah analis beranggapan, kampanye udara AS dan koalÂisi tersebut tidak efektif untuk memberantas ISIS.
Namun Brennan mengataÂkan, kampanye udara tersebut telah mengurangi total jumlah teroris ISIS di Irak dan Suriah, dari sebelumnya 32 ribu orang tahun lalu menjadi sekitar 22 ribu orang.(Yuska Apitya/net)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















