Untitled-16JAKARTA, TODAY – Memilih instrumen investasi properti, khususnya apartemen, tak pernah lepas dari pertim­bangan lokasi. Keduanya bak keping mata uang logam, yang selalu bersisian dan tak terpisahkan. Pertanyaannya, apakah berinvestasi di sektor apartemen itu aman?

“Properti tidak pernah turun, tapi selalu naik mengatasi angka inflasi yang terjadi setiap tahun di Indonesia,” ujar Ratdi Gunawan, konsultan pemasaran B Residence BSD City, kepada Kompas.com.

Ratdi menambahkan, ada dua keuntungan utama berin­vestasi di sektor properti apar­temen. Keuntungan itu adalah nilai sewa dan capital gain yang terjadi akibat progres penjua­lan maupun pembangunan.

“Nilai sewa apartemen tiga kali lipat dari nilai sewa rumah dan ruko yang hanya tiga ampai empat persen per tahun,” ujarnya.

Ratdi mengambil contoh meraih keuntungan berinv­estasi dari nilai sewa. Seba­gai contoh, lanjut dia, bisnis indekos di daerah BSD City, terutama di sekitas kam­pus Swiss-German Univer­sity, Prasetya Mulya Bussines School dan lainnya. Di ka­wasan itu biaya indekos per bulan berkisar Rp 3,2 juta sampai 3,8 juta per bulan.

“Kalau tiga tahun ke depan apartemen ekslusif yang kami bangun ini jadi kos-kosan har­ganya sekitar Rp 4 jutaan per bulan. Bisa disewakan Rp 5 juta sampai Rp 6 jutaan per bulan, berarti nilai sewa setahunnya itu Rp 60 jutaan,” tutur Ratdi.