
Dalam hal ini, sama juga dengan pembangunan di suatu tempat yang menimbulkan kerusakan di daerah yang lain, sebagaimana kasus reklamasi Teluk Jakarta ini. “Di sana, restoran-restoran mewah tidak ada, seperti di mall-mall yang begitu banyak di negara kita. Di sana restoran-restoran mungkin sepÂerti warteg di sini, tapi dibuat mewah, berkelas, dengan tetap mempertahankan keaslian banÂgunan. Karena di sana lebih memperhitungkan “clean govÂernantâ€. Jadi semua clean, di pemerintahan maupun lingkunÂgannya,†paparnya.
Dalam kesempatan yang sama, Senator wanita ini juga menyindir pucuk pimpinan pemerintahan di Jawa Barat yang “cicing†(diam) saja dalam meÂnyikapi persoalan ini. Diakuinya, selama ini hanya Wagub Dedi Mizwar saja yang melakukan protes. Yang lain, bahkan para anggota dewan juga diam saja.
Memang benar, akunya, sejauh ini hanya Wagub yang sempat protes. Itu kan karena Pak Wagub kita ini seorang toÂkoh yang peduli lingkungan, seorang budayawan. Seorang budayawan itu yakin bahwa di alam itu harus ada keseimbanÂgan. Kalau ada eksploitasi yang tidak beraturan, tentu akan menimbulkan ketidakseimbanÂgan. Nah, itu yang belum ketÂemu.
Karenanya, mengingat begitu besarnya dampak keruÂsakan lingkungan bagi wilayah Bogor diakibatkan kegiatan reklamasi itu, Senator Eni juga menyentil Gubernur Ahmad Heriyawan (Aher) dan para anggota dewan Jawa Barat yang tidak melakukan protes apa-apa. “Itu kan karena guÂbernurnya Aher. Karena Aher sudah tanda tangan. SebeÂnarnya, Aher juga sudah didaÂtangi para tokoh Jawa Barat. Tetapi karena ini proyek naÂsional, jadi dia tidak berdaya,†katanya sinis.(nas/Yuska/dh)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















