
Diperuntukan untuk warÂga Palestina, namun pengaÂwasan atas pulau itu di tangan Israel. Akses ke pelabuhan dan bandara diawasi secara ketat. Ada pos pemeriksaan di tengah jembatan yang dikelola otoritas internasional. JemÂbatan akan ditutup jika terjadi ketegangan yang meningkat di jalur itu.
Pulau itu tidak akan menÂjadi milik salah satu negara, tetapi akan memiliki status hukum internasional dan pasuÂkan keamanan internasional. Katz menyarankan NATO. IsÂrael sendiri akan bertanggung jawab atas keamanan di peraiÂran sekitar pulau.
Penolakan terhadap rencaÂna itu bukannya tidak ada. KriÂtikus menggambarkan proyek pulau buatan ini sebagai upaya lain Israel untuk menÂumpulkan kritik atas proses perdamaian yang hampir tak terjadi dengan Palestina.
Kenyataannya, negara itu telah mengepung jalur perdaÂgangan dan perbatasan selama satu dekade di Gaza, terutama sejak gerakan militan Islam HaÂmas menduduki kawasan pada tahun 2007.
Hamas dan Israel terlibat tiga kali perang dalam tujuh taÂhun terakhir. Hamas dianggap sebagai organisasi teroris oleh Israel dan Amerika Serikat.(YusÂka Apitya/net)-(ed:Mina)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















