Klaim Infrastruktur Sudah Mantap

“Rp 600 juta dialokasikan untuk implementasi program desa mengajar dengan sasa­ran 1.000 warga belajar pada 2016 ini. Nah, Rp 13 miliar untuk program reguler kejar Paket A, B dan C. Anggaran itu untuk mendongkrak wajar dikdas di kecamatan yang rls-nya berada dikisaran enam tahun. Yakni Kecamatan Leu­wisadeng, Tenjolaya, Jonggol, Megamendung dan Klapa­nunggal,” lanjut Syarifah.

Sementara untuk pengen­tasan buta aksara, Pemkab Bo­gor telah mencapainya hingga 96,98 persen pada 2015 lalu. Pemerintah Bumi Tegar Beri­man memiliki target, tahun 2016 ini bisa membereskan 20 ribu warga bura huruf, lalu 20 ribu lagi pada 2017 dan 16 ribu di tahun 2018. “Jadi hingga 2018, kita bisa mencapai 101 ribu warga belajar untuk buta aksara,” kata Syarifah.

BACA JUGA :  Mitra MBG Tuntut Kepala BGN Baru Perkuat Regulasi dan Tata Kelola

Namun, klaim infrastruk­tur mantap masuk dalam 15 indikator yang telah tercapai, sedikit bertolak belakang den­gan fakta di lapangan. Karena masih ada 10 persen dari 1.700 kilometer panjang jalan di Bumi Tegar Beriman dalam keadaan rusak berat hingga pertengahan 2016 ini.

BACA JUGA :  Momen HJB ke-544, Museum Pajajaran Mulai Dibuka Resmi untuk Umum

Menurut mantan Wakil Bu­pati Bogor, Karyawan Faturah­man, dengan melihat masih adanya kemacetan di hampir semua ruas jalan, penanaman pohon di badan jalan menang­kap ikan di kubangan air yang ada di jalan, tidak relevan den­gan klaim infrastruktur man­tap tersebut.

“Sekarang saja masih banyak suara sumbang dari masyarakat. Semisal tuntutan mundur kepada Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP). Apa itu sesuai dengan klaim infrastruktur mantap?,” tukasnya.

 

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================