Lido-Lakes-1-20150302183454LANGKAH Pertamina untuk menggenjot market dan omzet penjualan selama Ramadan dan Lebaran mendatang benar-benar dikebut. Salah satunya adalah dengan ekspansi bisnis di pedesaan.

Oleh : Yuska Apitya
[email protected]

MNC Group melalui MNC Land berencana membangun theme park dengan kualitas teknologi dan standar pembangu­nan internasional di Lido, Kabupat­en bogor. MNC Land telah meneri­ma letter of interest dari Chinese Export and Credit Insurance Corpo­ration.

Corporate Secretary MNC Group Syafril Nasution mengatakan, saat ini perseroan telah menerima let­ter of interest dari Chinese Export and Credit Insurance Corpora­tion terkait pengembangan theme park ini sebesar US$ 500 juta atau sekitar Rp 6,5 triliun (kurs Rp 13.000).

“Kita sudah tanda tangan perjanjian dengan China US$ 500 juta untuk pem­bangunan Lido, ini baru untuk theme park. Belum termasuk hotel dan lain-lain. Lahan su­dah 100%. Ka­lau untuk theme park kita baru perjanjian dengan investornya, itu hari Jumat lalu. Groundbreaking kita sekarang dalam proses, se­cepatnya lah,” katanya di Gedung Bursa Efek Indone­sia, Jakarta, Kamis (23/06/16).

Pinjaman ini nantinya akan dijamin oleh Chinese Export and Credit Insurance Corporation den­gan tenor pinjaman kurang lebih 15 tahun. Sementara, untuk pemban­gunan theme park ini, rencananya akan diselesaikan pada pertenga­han 2018 mendatang.

“Groundbreaking theme park akan segera kita lakukan. Karena kita baru janjian dengan investor sebagai partner kita un­tuk pembiayaan hari Jumat lalu. Ini proses yang sedang dipersiapkan. Kita targetkan selambat-lambatnya untuk theme park mid 2018 ini su­dah selesai,” kata Syafril.

Informasi saja, MNC Group ber­sama Trump Hotel Collection men­gelola resor di kawasan Lido, Bogor, Jawa Barat. Di tempat tersebut juga akan dibangun taman hiburan seke­las Disneyland dan Universal Studio.

Proyek di Lido, Bogor, ini akan spektakuler, karena akan menghad­irkan lapangan golf Trump yang pertama di Asia dan terintegrasi dengan fasilitas hiburan, rekreasi, kesehatan, hotel dan tempat ting­gal. Area seluas 3.000 hektar (ha) itu akan menjadi resor yang terinte­grasi, dengan kemudahan akses tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan.

Selain resor dan lapangan golf, di dalam kawasan seluas 3.000 ha itu akan juga dibangun theme park, alias taman bermain pertama di In­donesia berstandar internasional, yang pengerjaannya akan melibat­kan perusahaan dari Los Angeles, Amerika Serikat.

Pembangunan theme park ini sebenarnya molor dari jadwal semula. Hary Tanoesoedibjo, pimpi­nan Grup MNC, sebelumnya menar­getkan theme park ini beroperasi penuh mulai 2016.

Proyek ini akan dikembangkan di area luas 2.000 hektare (ha). Selain tempat wisata, anak usaha Grup MNC, PT MNC Land Tbk meren­canakan pembangunan kawasan pe­rumahan, hotel, gedung pertemuan, kawasan bisnis dan lapangan golf.

Manajemen Grup MNC meng­klaim memiliki konsep hiburan yang lebih yahud ketimbang para pesaingnya. Kelompok usaha ini op­timistis menjadikan taman hiburan di Bogor itu sebagai alternatif des­tinasi wisata setelah Bali ataupun Lombok di Nusa Tenggara Barat, dengan bekal konsep hiburan yang akan ditawarkannya.

Total investasi untuk seluruh proyek tersebut mencapai Rp 20 triliun. Dia menyatakan pembangu­nan mega-proyek ini berlangsung secara bertahap.

Sekadar kilas balik, MNC mendapatkan aset di Lido berupa resort dan tanah dari membeli aset milik Grup Bakrie. PT MNC Land mengakuisisi PT Lido Nirwana Parahyangan, milik Grup Bakrie melalui rights issue senilai Rp 1,4 triliun pada tahun 2013.

Pembelian aset Lido itu ber­barengan dengan pembelian konse­si lima ruas jalan tol milik PT Bakrie Toll Road. Kelima ruas tol itu adalah Kanci–Pejagan ( Jawa Barat dan Jawa Tengah), Pejagan–Pemalang (Jawa Tengah), Pasuruan–Probolinggo ( Jawa Timur), Cimanggis–Cibitung ( Jawa Barat), dan Ciawi–Sukabumi ( Jawa Barat).(*)

 

Bagi Halaman