Meski sudah bekerja di peru­sahaan besar, Ayu tetap melanjut­kan hobinya mendesain sampai akhirnya banyak rekan kerja yang mengetahui potensinya dalam mendesain busana pesta lalu minta dibuatkan gaun oleh anak kedua dari enam bersaudara itu. “Waktu itu kondangan bikin baju sendiri eh teman suka minta, aku buatin. Nggak mikir untung karena sudah hobi. Ternyata kok order tambah banyak? Kok hasilnya menyaingi gaji di Toyota? Wah prospek bis­nis nih. Tapi yang namanya bisnis nggak boleh gegabah, sudah tes market oke costumer suka coba berenang di bisnisnya, hire kary­awan payet dua penjahit satu yang motong masih aku. Costumer suka, aku tambahin lagi penjahit. Bisnis jalan, pekerjaan jalan. Oke putus­kan sepenuhnya terjun ke bisnis,” cerita Ayu.

Untuk memutuskan resign dari perusahaan multinasional tentu sudah dipikirkan matang-matang oleh Ayu. Bahkan, ia sempat diten­tang oleh kedua orangtua karena menyayangkan keputusan tersebut. Ayu mencoba meyakini orangtua dan berusaha membuktikan lang­kah yang diambil memang tepat.

BACA JUGA :  Sajian Lezat dengan Bubur Sagu Mutiara dan Jagung yang Lembut dan Nikmat

Ayu kemudian mulai merintis kariernya sebagai desainer sejak 2011. Namanya mulai terangkat karena berhasil menjadi salah satu dari 10 besar desainer terbaik yang mengikuti kompetisi desain Indo­nesia Fashion Week (IFW). Garis de­sain yang vintage dan klasik menjadi ciri khas rancangannya hingga saat ini.

Setelah dari IFW ia pun mulai percaya diri untuk menjual rancan­gannya di butik La Moie bersama de­sainer lainnya. Kemudian, Ayu juga dipercaya merancang gaun untuk para kontestan Miss World 2013 dari berbagai negara. Kala itu ia masih menyajikan rancangan gaun pesta dengan potongan terbuka termasuk untuk kostum Miss World 2013.

Di tahun yang sama hati Ayu ter­gugah untuk mulai berubah haluan ke busana muslim. Pengalamannya merancang kostum Miss World 2013 ternyata mengetuk pintu hatinya untuk masuk ke busana muslim. “Desain pertama aku couture ,tapi tidak muslim. Momen setelah Miss World baru mulai busana muslim. Bangga sih desainnya mendunia, tapi kok ada perasaan mengganjal karena aku mendesain gaun yang super seksi? Aku nggak nyaman nih, mungkin Allah ngasih hidayah selay­aknya aku tertutup aku juga harus mendesain busana tertutup. Dari situ coba desain busana muslim dan alhamdulillah rezekinya luar biasa,” tambah wanita pecinta warna pastel itu.

BACA JUGA :  Cemilan Gurih dengan Ketan Bakar Telur, Dikmat Disantap Bersama Kopi

Sampai saat ini, Ayu masih fokus untuk merancang gaun pesta buat para muslimah. Koleksi gaun yang dirancangnya memiliki DNA klasik dan vintage. Bunga Mawar diklaim Ayu juga merupakan salah satu ciri khasnya. Belum lagi siluet gaun yang berpotongan melebar ke bawah bak putri raja di era Victorian. (Yuska Apitya|(ed:Mina)

Halaman:
« 1 2 » Semua
======================================
======================================
======================================